You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
250 Petugas Gabungan Grebek Sampah di Ciliwung
photo Nurito - Beritajakarta.id

250 Petugas Gabungan Gerebek Sampah di Kawasan Kali Ciliwung

Sebanyak 250 petugas gabungan melakukan aksi gerebek sampah di kawasan Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (11/10). Aksi dilakukan guna mengantisipasi banjir atau genangan saat musim hujan nanti.

Aksi gerebek sampah ini dilakukan untuk antisipasi genangan dan banjir saat musim hujan

Usai menggelar apel bersama di Jalan Inspeksi Ciliwung, ratusan petugas gabungan langsung terjun ke Ciliwung. Mereka membersihkan sampah di kali maupun tebing dan jalan inspeksi. Aksi ini melibatkan unsur petugas PPSU, UPK Badan Air, dan petugas Sudin Sumber Daya Air Jakarta Timur.

Camat Jatinegara, Nasrudin Abu Bakar mengatakan, aksi ini sekaligus ajang sosialisasi dan edukasi bagi warga bantaran Ciliwung agar turut menjaga kebersihan kali serta tidak membuang sampah ke kali.

Empat Titik Tali Air di Johar Baru Dibersihkan

"Aksi gerebek sampah ini dilakukan untuk antisipasi genangan dan banjir saat musim hujan. Selain itu juga untuk keindahan dan kenyamanan kota," kata Nasrudin Abu Bakar saat memimpin jalannya aksi gerebek sampah ini.

Menurutnya, aksi gerebek sampah dilakukan selama dua hari hingga Jumat besok. Panjang lokasi yang menjadi fokus pembersihan yakni sekitar 1,9 kilometer. Mulai dari jembatan Jalan KH Abdullah Syafii hingga jembatan Tong Tek, perbatasan Bukit Duri.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1200 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1188 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye985 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye954 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye862 personBudhi Firmansyah Surapati