You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
       Pemprov DKI Gelar Konsultasi Publik Soal Rencana Tata Ruang Wilayah
photo Doc - Beritajakarta.id

Pemprov DKI Gelar Konsultasi Publik Soal Rencana Tata Ruang Wilayah

Pemprov DKI Jakarta menggelar rapat koordinasi dan konsultasi publik tentang penataan ruang dengan unsur masyarakat, akademisi, serta perwakilan Provinsi Jawa Barat dan Banten, Jumat (21/12) di Ruang Pola Bappeda, Gedung Blok G, Balai Kota.

Saya berharap para peserta dapat memberikan masukan yang baik demi Jakarta ke depan

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Subagio mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk mendapat masukan tentang revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)  untuk tahun 2030.

Diungkapkan Subagio, Pemprov DKI pada 2017 telah melakukan peninjauan kembali rencana tata ruang wilayah sesuai dengan pendoman Menteri Agraria, Lingkungan Hidup dan instansi terkait lainnya.

Eksekutif Konsultasikan RKPD 2018 dengan Banggar DPRD DKI

"Dari hasil peninjauan kembali itu, RTRW Jakarta direkomendasikan untuk direvisi hingga 2030. Karena itu, kami melakukan konsultasi publik untuk mendapat masukan," ujar Subagio.

Ditambahkan Subagio, secara umum kebijakan revisi RTRW untuk menyelaraskan kebijakan strategis nasional dengan rencana pembangunan daerah 2017-2022.

"Saya berharap para peserta dapat memberikan masukan yang baik demi Jakarta ke depan,"tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5055 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1807 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1754 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1540 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1526 personAnita Karyati