You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Vaksinasi Rabies di Jakpus Lampaui Target
photo Doc - Beritajakarta.id

Vaksinasi Rabies di Jakpus Lampaui Target

Pencegahan penularan penyakit rabies dengan vaksinasi hewan secara jemput bola terus dilakukan Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Pusat. Cara ini terbilang cukup sukses hingga hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing dan kera yang divaksin jumlahnya pun telah melampaui target.

Target kami tahun 2014 adalah 2.000 ekor yang divaksin rabies, tapi sampai saat ini sudah 2.054 dan kebanyakan anjing

“Target kami tahun 2014 adalah 2.000 ekor yang divaksin rabies, tapi sampai saat ini sudah 2.054 dan kebanyakan anjing,” kata Ishom Setiawan, Kasudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Pusat saat dihubungi beritajakarta.com, Jumat (5/12).

Ia menambahkan, untuk memudahkan pemberian vaksin tersebut, pihaknya bekerjasama dengan kelurahan agar melakukan pendataan terhadap warga yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing atau kucing.

Pencegahan Rabies di Jaktim Terkendala SDM

“Jadi kami jemput bola, dalam satu bulan ada sekitar 176 hewan yang divaksin dan jika ada warga yang menginginkan hewannya divaksin itu juga bisa, dan itu diberikan secara gratis," ujarnya.

Menurutnya, vaksin tersebut akan diberikan setiap 6 bulan sekali. Meskipun begitu, pihaknya belum menemukan adanya hewan yang terjangkit rabies di Jakarta Pusat.

"Jadi setiap 6 bulan akan diulang suntiknya dan hingga saat ini belum ada yang terjangkit rabies," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2485 personFakhrizal Fakhri
  2. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1308 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye1051 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1050 personFakhrizal Fakhri
  5. Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

    access_time18-09-2026 remove_red_eye885 personDessy Suciati