You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Dinas KPKP Lakukan Pemantauan Harga Pangan di 40 Pasar
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Dinas KPKP Terus Pantau Harga Komoditas di Pasar Tradisional

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta terus mengintensifkan pemantauan harga komoditas di pasar tradisional selama Ramadan.

Masih relatif stabil,

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas KPKP DKI Jakarta, Mujiati mengatakan, pemantauan dilakukan setiap hari untuk mengetahui dan mengambil langkah cepat jika terjadi gejolak harga.

"Sudah ada 40 pasar tradisional yang menjadi lokasi pemantauan sejak 6 Mei sampai dengan saat ini. Puluhan pasar tersebut tersebar di lima wilayah kota administrasi," ujarnya, Senin (13/5).

Dinas KPKP Panen 8 Ton Jagung di Ciangir

Mujiati menjelaskan, sejumlah komoditas yang menjadi fokus pemantauan yakni, beras, bawang, cabai, daging ayam dan sapi, telur, gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu.

"Harganya saat ini masih relatif stabil, ada kenaikan tapi masih dalam batas wajar atau tidak terlalu siognifikan," terangnya.

Ia menambahkan, hasil pemantauan yang dilakukan Dinas KPKP DKI Jakarta menjadi bahan koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

"Selain dengan BUMD di klaster pangan, kami juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian berkaitan dengan pelaksanaan operasi pasar," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12978 personDessy Suciati
  2. Panen Serentak di Jaktim Hasilkan 2 Ton

    access_time14-08-2026 remove_red_eye1999 personNurito
  3. Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset

    access_time14-08-2026 remove_red_eye1623 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1588 personFakhrizal Fakhri
  5. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1524 personFakhrizal Fakhri