You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Nelayan Bagan Apung Pulau Lancang Panen Ikan Teri
photo Suparni - Beritajakarta.id

Nelayan Bagan Apung Pulau Lancang Panen Ikan Teri

Nelayan Bagan Apung, Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, panen tangkapan ikan teri. Ini dikarenakan pada bulan Mei memasuki angin Timur sehingga banyak ikan teri di perairan Kepulauan Seribu.

Belum begitu musim tapi sudah lumayan hasil tangkapannya,

"Belum begitu musim tapi sudah lumayan hasil tangkapannya," ujar Nasar (40), salah satu nelayan bagan apung, Senin (20/5).

Menurutnya, dalam rentang waktu pukul 17.00 - 22.00, ia bisa dua sampai empat kali mengangkat jaring dan membawa tangkapan ikan teri hingga sebanyak 100 kilogram. Sedangkan puncak musim panen akan terjadi pada Juni hingga Juli, di mana hasil tangkapan nelayan bisa mencapai lima kwintal dalam semalam.

Ikan Asin Selar Produksi Warga Pulau Sebira Dipasarkan ke Bogor

"Ikan-ikan itu kita jual ke darat (Muara Angke). Harganya Rp 60-70 ribu untuk teri nasi dan Rp 35-40 ribu untuk teri biasa per kilogramnya," ungkap Nasar..

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu yang ikut menyaksikan panen ikan teri di bagan apung milik warga mengatakan, di perairan Pulau Lancang dikenal dengan produk tangkapan ikan teri dan rajungan.

"Selain dua hasil tangkap tersebut juga ada produksi ikan asinnya yang cukup dikenal dari Pulau Lancang. Produk olahan itu bisa menambah penghasilan warga," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

    access_time17-09-2026 remove_red_eye3230 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2066 personFakhrizal Fakhri
  3. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye758 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Tarif Rp8 Mulai Hari Ini

    access_time16-09-2026 remove_red_eye750 personDessy Suciati
  5. Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

    access_time18-09-2026 remove_red_eye701 personDessy Suciati