You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Dinkes DKI Gelar Pekan Ilmiah Tahunan
.
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Dinkes Adakan Pertemuan Ilmiah Tahunan

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengadakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit bertema "Surveillance for Action: From Information to Intervention" di auditorium Kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat.

Semangat intervensi inovasi di dalam tulis-menulis,

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, tema tersebut dipilih dengan tujuan menjawab tantangan standar pelayanan minimal (SPM) melalui intervensi program didukung surveilans yang berkualitas.

Dinkes DKI Gencarkan Program Triple Eliminasi

"Jajaran di puskesmas kecamatan, sudin kesehatan, dan UPT didorong untuk membuat tulisan atau abstrak secara ilmiah untuk dilombakan," ujarnya, Rabu (2/10).

Widyastuti menjelaskan, tahun ini menjadi kali pertama pelaksanaan PIT. Namun demikian, dalam kegiatan perdana ini sudah ada total 56 abstrak yang masuk dari puskesmas kecamatan, suku dinas kesehatan, dan UPT (PPKP, Labkesda, AGD, Puslatkesda).

"Kami gandeng FK MUI sebagai salah satu juri untuk menyeleksi mana yang layak untuk dipresentasikan oral, mana yang poster. Dari 56 tadi ada 16 abstrak lolos menjadi presentasi oral yang kemudian dilombakan untuk dipresentasikan lalu dinilai oleh tim juri nasional dari Perhimpunan Ahli Epidemologi Indonesia," terangnya.

Ia menambahkan, pada prinsipnya PIT Bidang Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ini bukan sekadar mencari yang terbaik, tapi lebih mendorong jajaran Dinkes DKI di tengah rutinitas kesebukan untuk melakukan implementasi kegiatan berdasarkan regulasi di tingkat pusat maupun provinsi untuk berani menulis serta memotret dari data yang ada.

"Setiap program harus memiliki aspek surveilans yang baik dan berkualitas sebagai bukti implementasi berdasarkan adanya data yang dikumpulkan," ungkapnya.

Menurutnya, semua intervensi dan kegiatan itu bermula dari data yang baik, valid, berkualitas, dianalisa, kemudian disajikan. Ada aktualisasi untuk ditampilkan untuk menggugah semangat intervensi inovasi di dalam tulis menulis

"Kami ingin menggugah semangat intervensi inovasi di dalam tulis-menulis. Saya berharap bisa masuk ke dalam jurnal-jurnal internasional, sehingga Puskesmas DKI siap untuk go international melalui abstrak yang dibuat oleh teman-teman," urainya.

Widyastuti menegaskan, dalam menentukan prioritas intervensi program pencegahan dan pengendalian penyakit perlu berbasis data. Basis data dan informasi yang dilakukan surveilans program juga dapat dimanfaatkan secara nyata dan jelas sebagai dasar advokasi ke lintas program maupun sektor.

"Mereka menggali masalah yang ada di tempat kerjanya masing-masing berdasarkan data yang terkumpul. Jadi, ini data riil yang dipotret berdasarkan data yang mereka kerjakan kemudian dilakukan penulisan secara ilmiah," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Monas Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

    access_time30-03-2025 remove_red_eye713 personDessy Suciati
  2. 14.485 Wisatawan Telah Kunjungi Kepulauan Seribu

    access_time03-04-2025 remove_red_eye698 personAnita Karyati
  3. Andilan Potong Kebo Tradisi Lebaran Ala Betawi

    access_time29-03-2025 remove_red_eye661 personFolmer
  4. Hari Lebaran, 26.581 Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Stasiun Pasar Senen

    access_time31-03-2025 remove_red_eye623 personDessy Suciati
  5. Warga dan Pimpinan OPD Hadiri Open House Bersama Gubernur Pramono

    access_time31-03-2025 remove_red_eye618 personAldi Geri Lumban Tobing
KONTAK KAMI

Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt. II Jakarta
local_phone +62 21 3822356
email redaksi@beritajakarta.id

TAUTAN LAINNYA
Tentang Kami | Sitemap | Infografis

© copyright 2001 - 2025 All Rights Reserved

Hitung Mundur 22 Juni 2027

00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik