You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Penguatan Standar Pelayanan Kesehatan, Materi Penting Pada Seminar APJ
photo Agung Supriyanto - Beritajakarta.id

Dinkes Ingin Puskesmas Lebih Perhatikan Standar Pelayanan

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menginstruksikan agar Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) di Ibukota memperhatikan betul Standar Pelayanan Minimum (SPM).

Penguatan puskesmas 

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, puskesmas memiliki peran meningkatkan kualitas layanan, baik Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dengan akreditasi maupun perbaikan berkesinambungan di tengah maraknya  permasalahan dan masyarakat yang kian kritis

"Puskesmas melalui UKM dan UKP berkewajiban untuk mengatasi masalah penyakit tidak menular dan permasalahan kesehatan yang sesuai dengan karakteristik wilayahnya," ujar Widyastuti, saat acara seminar Asosiasi Puskesmas Jakarta (APJ) 2019, yang mengangkat tema "Penguatan Kapasitas UKM Pada Puskesmas BLUD Dalam Menyongsong Era Industri 4.0" di salah satu hotel di kawasan Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Rabu (2/10).

Dinkes Adakan Pertemuan Ilmiah Tahunan

Menurutnya, fleksibilitas dalam BLUD hendaknya dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan tidak hanya UKP, namun juga UKM, termasuk dari sisi anggaran dan keuangan, pengelolaan SDM Kesehatan, serta pengelolaan barang puskesmas seperti sarana, prasarana maupun alat.

"Seminar ini menjadi kali pertama digelar APJ. Tujuannya, untuk penguatan puskesmas dalam berkontribusi mencapai indikator standar pelayanan di bidang kesehatan," terangnya.

Menurutnya, dalam seminar tersebut para anggota juga diberikan pembekalan dalam menyikapi masalah kesehatan, baik hukum dan pelayanan kesehatan.

"Bukan sekadar untuk silaturahmi, kegiatan ini juga dalam rangka memperkuat APJ tidak hanya sebagai Dinkes di tingkat kota, namun juga tingkat nasional," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua APJ, Dara Pahlarini menuturkan, asosiasi ini merupakan wadah forum komunikasi puskesmas di DKI Jakarta yang anggotanya terdiri dari 44 Puskesmas yang ada di Jakarta.

"APJ dibentuk untuk membantu pengembangan puskesmas agar dapat lebih eksis. Sehingga, permasalahan yang ada dapat dirembukan menjadi satu solusi dalam forum ini," ucapnya.

Ia menambahkan, seminar diikuti 250 peserta dari anggota Puskesmas di DKI Jakarta dan 10 wilayah kota di Indonesia.

"APJ dibentuk pada bulan Desember 2018, dan sudah disahkan melalui keputusan Kementerian Hukum dan HAM. APJ sudah berbadan hukum sejak Februari 2019. Melalui adanya APJ kami ingin tugas dan tujuan puskesmas ke depan dapat semakin baik," tandasnya.

Untuk diketahui, turut hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan Indonesia, Krisna Jaya; serta sejumlah narasumber berkompeten.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Warga Kebayoran Lama Selatan Diberi Layanan CKG

    access_time01-09-2026 remove_red_eye1270 personTiyo Surya Sakti
  2. Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

    access_time30-08-2026 remove_red_eye1128 personFakhrizal Fakhri
  3. Bank Jakarta Raih KEJAR Award 2026

    access_time30-08-2026 remove_red_eye764 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Lansia di Jaktim Dimotivasi Terapkan Pola Hidup Sehat dan Produktif

    access_time03-09-2026 remove_red_eye750 personNurito
  5. Wagub Paparkan Kebijakan Umum Perubahan APBD 2026

    access_time31-08-2026 remove_red_eye747 personBudhi Firmansyah Surapati