You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Jajal Transjakarta, Djarot Minta Headway Dipersingkat
photo Erna Martiyanti - Beritajakarta.id

Jajal Transjakarta, Djarot Minta Waktu Tunggu Bus Dipersingkat

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat berkesempatan menjajal moda transportasi massal Transjakarta, Selasa (6/1). Mantan Walikota Blitar ini ingin mengetahui layanan bus andalan Pemprov DKI Jakarta tersebut.

Kalau bisa waktu tunggunya dipersingkat. Jika biasanya 10 menit jadi 5 menit saja

Dengan menumpang mobil dinasnya, Toyota Kijang Innova B 1709 PQP, Djarot meluncur dari Balaikota DKI menuju selter Bank Indonesia (BI). Sama seperti penumpang lainnya, sebelum memasuki selter BI, Djarot harus menempelkan kartu elektronik di pintu masuk selter.

Setelah lima menit menunggu, Djarot akhirnya naik bus Transjakarta gandeng koridor 1 (Blok M - Kota) bermerk Zhong Tong. Di atas bus buatan Tiongkok itu, Djarot sempat berdialog dengan sejumlah penumpang. Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 menit, Djarot akhirnya tiba di selter Dukuh Atas I.

JNF, Rute Transjakarta Koridor 1 Diperpendek

Djarot pun kemudian transit di selter Dukuh Atas II yang berada di koridor 4. Di selter Dukuh Atas II, Djarot menghampiri salah satu petugas. Ia pun sempat menanyakan waktu tunggu (headway) bus.

"Kalau bisa waktu tunggunya dipersingkat. Jika biasanya 10 menit jadi 5 menit saja. Kan penumpang juga ingin cepat pulang," ujar Djarot kepada Zainal Arifin salah satu petugas, Selasa (6/1).

Usai berbincang dengan petugas, Djarot kemudian melanjutkan perjalanannya menggunakan bus single bermerk Daewoo menuju Ragunan.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1179 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1154 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye938 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye920 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye842 personBudhi Firmansyah Surapati