You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pelatihan Pendamping Rembuk RW di Jaksel Resmi Ditutup
photo Rezki Apriliya Iskandar - Beritajakarta.id

Pelatihan Pendamping Rembuk RW di Jaksel Resmi Ditutup

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan resmi menutup pelatihan pendamping Rembuk RW 2020 di kantor wali kota setempat.

Ini langkah awal persiapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021

Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali mengatakan, pendamping rembuk RW ini bertugas membantu menginformasikan fokus pembangunan Jakarta.

"Ini langkah awal persiapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021," ujarnya, Selasa (26/11).

Pemkot Jaksel Gelar Pembekalan Teknis Tim Pendamping Rembuk RW

Ia berharap, para pendamping Rembuk RW dapat memperhatikan usulan setiap RT yang menjadi prioritas utama. Usulan yang dapat diajukan setiap RW maksimal sebanyak jumlah RT dalam satu RW.

"Pelatihan Rembuk RW sangat penting agar para pendamping memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme perencanaan di wilayah masing-masing," katanya.

Sementara itu, Kepala Suku Badan Perencanaan Pembangunan Kota Jakarta Selatan, Dewi Rustiowati menjelaskan, pelatihan pendamping Rembuk RW untuk memberikan pemahaman dalam mengidentifikasi masalah, kebutuhan dan menentukan kegiatan.

"Pelatihan pendamping Rembuk RW diikuti 579 orang," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 1.525 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Teken Perpanjangan Kontrak Kerja

    access_time01-07-2026 remove_red_eye1264 personAnita Karyati
  2. 190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

    access_time26-06-2026 remove_red_eye1199 personFolmer
  3. Warga Hingga Wisatawan Antusias Ikuti Lomba Mancing dan Tidung Beach Run

    access_time27-06-2026 remove_red_eye1109 personAnita Karyati
  4. Menuju 5 Abad Jakarta, Pramono-Rano Paparkan Capaian Pembangunan Infrastruktur

    access_time27-06-2026 remove_red_eye932 personDessy Suciati
  5. Pengecoran Tanggul Dermaga Pulau Untung Jawa Capai 57 Persen

    access_time29-06-2026 remove_red_eye908 personAnita Karyati