You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kecamatan Senen Fokus Benahi PKL Liar di Kawasan Senen
photo Doc - Beritajakarta.id

PKL di Sekitar Stasiun dan Terminal Senen Segera Ditertibkan

Banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang berdagang tidak pada tempatnya membuat kawasan Senen, Jakarta Pusat, menjadi semrawut dan kumuh. Untuk menata kawasan tersebut, jajaran Kecamatan Senen akan memfokuskan penataan PKL.

Dalam waktu dekat kami akan tertibkan PKL liar yang berjualan di atas trotoar, dekat stasiun, terminal dan GOR

Camat Senen, Masroni, mengakui kawasan Senen seperti di Pasar Senen, Stasiun Senen, dan Terminal Senen marak PKL liar yang berjualan di atas trotoar dan di badan jalan. Akibatnya, mengganggu pengguna jalan dan menghambat kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.

"Dalam waktu dekat kami akan tertibkan PKL liar yang berjualan di atas trotoar, dekat stasiun, terminal dan GOR," ujar Masroni kepada beritajakarta.com, Jumat (16/1).

15 Lokasi PKL di Jaktim Akan Ditertibkan

Pihaknya, kata Masroni, akan merelokasi PKL ke lokasi binaan (lokbin) dan dibina oleh Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Pusat. Namun, mengenai lokasi pemindahan tersebut dirinya belum mengetahui.

"Untuk para PKL resmi akan direlokasi dan di bina oleh Sudin KUMKMP. Sedangkan PKL liar tidak, karena relokasi kan butuh lahan dan tidak semua bisa ditampung," ujarnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

    access_time31-07-2026 remove_red_eye3459 personNurito
  2. Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

    access_time31-07-2026 remove_red_eye1755 personAnita Karyati
  3. Manfaatkan Sampah Organik, DKI Bakal Bangun Pusat Ketahanan Pangan di Ciangir

    access_time31-07-2026 remove_red_eye1576 personDessy Suciati
  4. 441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

    access_time03-08-2026 remove_red_eye940 personTiyo Surya Sakti
  5. JSD Blok M Festival 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

    access_time31-07-2026 remove_red_eye896 personDessy Suciati