You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 TP PKK Jaksel Serahkan Bantuan Secara Simbolis Kepada Warga Terdampak Banjir
photo Mustaqim Amna - Beritajakarta.id

TP PKK Jaksel Bantu Warga Terdampak Banjir di Kebon Baru

Tim Penggerak (TP) PKK Kota Jakarta Selatan mengunjungi warga terdampak banjir di RW 10, Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Senin (13/1). Selain menghibur warga, PKK Jakarta Selatan juga memberikan bantuan.

Saatnya kita memberikan semangat kepada para warga yang terdampak,

Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Komariah Marullah mengatakan, kader-kader PKK terus memotivasi warga terdampak banjir untuk tetap semangat beraktivitas kembali.

"Saatnya kita memberikan semangat kepada para warga yang terdampak. Saya mengharapkan para kader PKK sebagai pionir untuk memberikan semangat moral kepada mereka," ujarnya.

Kelurahan Cawang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir

Pada kesempatan itu, ada 100 paket bantuan yang dibagikan kepada warga terdampak banjir di RW 01, 02, 04, 08, 09 dan 10 Kelurahan Kebon Baru. Paket tersebut berisi mi instan, makanan ringan, peralatan mandi, selimut, minyak goreng dan makanan kaleng.

Lurah Kebon Baru, Andy Nurcahaya mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh TP PKK. Menurutnya dukungan moril serta paket bantuan tersebut sangat berarti untuk warganya yang terdampak banjir.

"Semoga bantuan dari PKK Jakarta Selatan bisa bermanfaat bagi warga," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1204 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1194 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye999 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye958 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye864 personBudhi Firmansyah Surapati