You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
TMA di Pintu Air Manggarai Berstatus Waspada
photo Doc - Beritajakarta.id

TMA di Pintu Air Manggarai Berstatus Waspada

Tinggi Muka Air (TMA) di Pintu Air Manggarai, Jalan Tambak, Jakarta Pusat, mencapai 765 sentimeter, sehingga berstatus Waspada atau Siaga 3 sejak pukul 17.00.

Sudah sebarluaskan informasi

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Subejo mengatakan, pihaknya telah menyebarluaskan  informasi terkini kondisi kenaikan TMA di Pintu Air Manggarai kepada warga di 10 wilayah berpotensi terdampak untuk waspada dan hati - hati. 

"Kami sudah sebarluaskan informasi melalui Disaster Early Warning System, serta melalui media sosial yakni, Twitter, Facebook, dan website serta grup WhatsApp lurah dan camat," ujarnya, Kamis (20/2).

Anies Cek TMA di Pintu Air Manggarai

Sementara itu, Kepala Pusdatin BPBD DKI Jakarta, Muhammad Insaf menjelaskan, wilayah berpotensi terdampak  meliputi, Gondangdia, Grogol, Jati Pulo, Kalianyar, Karet Tengsin, Kota Bambu Selatan, Kota Bambu Utara, Menteng, Petamburan, dan Tomang. 

"Pada saat yang sama kami bersyukur karena TMA di Bendung Katulampa berstatus Normal atau Siaga 4," ungkapnya.

Ia menambahkan, bagi warga yang memerlukan bantuan dapat menghubungi layanan telepon 112.

"Layanan itu dioperasikan 24 jam. Segera hubungi jika memerlukan bantuan, kami akan segera bergerak," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1344 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1190 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye983 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye953 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye779 personFakhrizal Fakhri
close