You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
TMA di PA Manggarai Berangsur Normal
photo Doc - Beritajakarta.id

TMA di Pintu Air Manggarai Berstatus Normal

Tinggi Muka Air (TMA) di Pintu Air Manggarai, Jalan Tambak, Jakarta Pusat, berangsur surut hingga mencapai 745 sentimeter sehingga kembali ke status Normal atau Siaga 4 sejak pukul 07.00 WIB.

Tidak ada pintu air berstatus Awas

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Subejo mengatakan, pada pukul 09.00 WIB untuk TMA di Pintu Air Pasar Ikan berstatus Siaga atau Siaga 2.

TMA di Pintu Air Manggarai Berstatus Waspada

"Tidak ada pintu air berstatus Awas atau Siaga 1 dan Waspada atau Siaga 3," ujarnya, Jumat (21/2).

Subejo menjelaskan, untuk Pintu Air di Bendung Katulampa, Depok, Karet, Krukut Hulu, Pesanggrahan, Angke Hulu, Waduk Pluit, Cipinang Hulu, Sunter Hulu, dan Pulo Gadung, pada pukul 09.00 WIB berstatus Normal atau Siaga 4.

"Kondisi terkini TMA pintu-pintu air sudah kami sebarluaskan melalui media sosial dan grup whatsapps lurah dan camat," terangnya.

Sementara Kepala Pusdatin BPBD DKI Jakarta, Muhammad Insaf menambahkan, genangan yang terjadi di 62 RT dari tujuh kelurahan di Jakarta sudah berangsur surut.

"Kami terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait agar warga terdampak mendapatkan bantuan dan pelayanan terbaik, serta penanganan genangan bisa dilakukan dengan optimal," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5062 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1812 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1757 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1547 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1527 personAnita Karyati