You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
DPRD DKI Dorong Pasar Poncol Sebagai Destinasi Wisata
photo Adriana Megawati - Beritajakarta.id

Dewan Dorong Pasar Poncol Ditata Jadi Ikon Pasar Tradisional

Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat menata Pasar Poncol yang telah berdiri sejak 1965 di kawasan Senen menjadi ikon pasar tradisional di Ibukota.

Ada sekitar 700 pedagang di Pasar Poncol ini. Kalau bisa kita ciptakan menjadi salah satu ikon pasar tradisional dan wisata

"Ada sekitar 700 pedagang di Pasar Poncol ini. Kalau bisa kita ciptakan menjadi salah satu ikon pasar tradisional dan wisata," ujar Pandapotan Sinaga, Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin (24/2).

33 Pedagang di Pasar Poncol Segera Dipindahkan

Menurut Pandapotan, penataan pasar yang memiliki luas 5.870 meter persegi ini dapat menggunakan konsep terpadu. Artinya, penataan pasar diintegrasikan dengan moda transportasi dan hunian di atasnya.

"Konsepnya terpadu. Di atas bisa sebagai tempat hunian dan di bawahnya bisa dijadikan lokasi pasar. Selain itu terintergrasi juga dengan transportasi," katanya.

Camat Senen, Ronny Jarpiko menuturkan, penataan Pasar Poncol bisa diwujudkan apabila ada koordinasi yang baik antara Pemkot Jakarta Pusat, pedagang dan seluruh stakeholder terkait.

"Harus ada kolaborasi. Kita coba rapikan agar pedagang dan warga sekitar nyaman," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 70 Warga Kayu Manis Diedukasi Pilah Sampah

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1809 personNurito
  2. Pemprov DKI Kucurkan Rp253,6 M Gratiskan 103 Sekolah Swasta

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1384 personDessy Suciati
  3. Rano Ajak Perkupi Jadi Mitra Strategis Pemprov Jaga Jakarta

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1049 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Hujan Ringan Berpotensi Basahi Jaksel dan Jaktim

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1048 personDessy Suciati
  5. Generasi muda Diajak Produktif Lewat Jakarta Menulis 2026

    access_time26-04-2026 remove_red_eye965 personAnita Karyati