You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sudinkes Jakpus Adakan Rapid Test Covid-19 di 6 RSUD dan 8 Puskesmas
photo Adriana Megawati - Beritajakarta.id

Sudinkes Jakpus Adakan Rapid Test di RSUD dan Puskesmas

Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Pusat mengadakan pemeriksaan virus Corona dengan alat tes cepat (rapid test) kepada para tenaga medis yang bertugas di enam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan delapan puskemas kecamatan di wilayahnya.

Saat ini rapid test diutamakan kepada yang membutuhkan. Karena wilayah Jakarta Pusat mendapatkan jatah sekitar 2.000 alat rapid test

Kepala Sudinkes Jakarta Pusat, Erizon Safari mengatakan, pemeriksaan dengan metode rapid test ini sementara ditujukan bagi tenaga medis yang melakukan kontak langsung dengan Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga pasien positif Corona.

"Saat ini rapid test diutamakan kepada yang membutuhkan. Karena wilayah Jakarta Pusat mendapatkan jatah sekitar 2.000 alat rapid test," ungkapnya, Kamis (26/3).

Gubernur Anies Tetapkan Ibukota Jakarta Berstatus Tanggap Darurat Bencana COVID-19

Ia menyebutkan, enam RSUD yang menjadi tempat pemeriksaan cepat ini meiiputi RSUD Tarakan, RSUD Cempaka Putih, RSUD Johar Baru, RSUD Tanah Abang, RSUD Sawah Besar dan RSUD Kemayoran. Sementara delapan puskesmas kecamatan yang menggelar kegiatan serupa terdiri dari Puskesmas Tanah Abang, Puskesmas Johar Baru, Puskesmas Gambir, Puskesmas Kemayoran, Puskesmas Cempaka Putih, Puskesmas Sawah Besar, Puskesmas Menteng dan Puskesmas Senen.

"Pemeriksaan dilaksanakan di semua RSUD dan puskesmas. Mereka kapan saja bisa langsung mengajukan tes," jelasnya.

Menurut Erizon, dalam pemeriksaan cepat ini, para tenaga medis yang melakukan kontak langsung dengan ODP, PDP dan pasien positif Corona akan diambil sampel darahnya. Hasil dari rapid test sendiri dapat diketahui dalam kurun waktu kurang lebih 30 menit.

"Kita membutuhkan pemeriksaan cepat. Jadi kalau ada yang positif langsung kita rujuk ke rumah sakit terdekat atau wisma atlet," tuturnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data dari laman corona.jakarta.go.id, hingga 26 Maret 2020 ini, di wilayah Jakarta Pusat terdapat 230 pasien ODP dan PDP. Karena itu, pihaknya mengajak warga beraktivitas di dalam rumah agar dapat memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Ibukota.

"Imbauannya mengurangi gerakan keluar rumah. Karena terbukti salah satu peningkatan penularan karena terjadinya kontak dari satu orang ke orang lain," tandasnya,

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11361 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1346 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1288 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1280 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye992 personBudhi Firmansyah Surapati