You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Tertibkan 1.216 Pohon di Jaksel
photo Mustaqim Amna - Beritajakarta.id

1.216 Pohon Rawan Sempal dan Tumbang di Jaksel Ditata

Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan sedikitnya telah menata 1.216 pohon rawan sempal dan tumbang di seluruh wilayahnya selama periode April 2020.

Selama April tidak ada pohon yang perlu ditebang dan kondisinya masih dalam kendali kita

Dari total pohon yang ditata, 958 di antaranya dilakukan penopingan dan 258 pohon lainnya dipangkas agar tidak membahayakan warga saat musim hujan.

18 Pohon di Sepanjang Jl RA Kartini Dipangkas

"Selama April tidak ada pohon yang perlu ditebang dan kondisinya masih dalam kendali kita," ujar Arwin, Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan, Kamis (21/5).

Arwin menuturkan, sepanjang April lalu, pemangkasan paling banyak dilakukan di Pasar Minggu dengan jumlah 51 pohon. Sementara untuk penopingan, paling banyak dilaksanakan di Pancoran dengan jumlah 158 pohon. Selama bertugas di lapangan, para personelnya diwajibkan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Mereka tidak boleh lupa mengenakan masker dan sarung tangan. Selain itu harus menjaga jarak aman serta mandi yang bersih selepas beraktivitas," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5198 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1836 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1774 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1724 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1564 personAnita Karyati