You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Kembangkan Tarian Tradisional, Sanggar Tari Sri Budaya Terima Banyak Penghargaan
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

Kisah Sukses Sanggar Tari Sri Budaya Raih Segudang Prestasi

Ibukota memiliki beragam sanggar tari yang hingga kini masih tetap eksis melestarikan tarian tradisional dan modern. Namun mungkin tidak banyak dari sanggar tari tersebut yang mampu meraih segudang prestasi seperti Sanggar Tari Sri Budaya.

Sanggar ini saya dirikan karena rasa cinta saya terhadap kekayaan budaya bangsa

Pendiri Sanggar Tari Sri Budaya, Ngadimin menuturkan, sanggar ini dibentuk sejak 1988 silam dengan memfokuskan diri terhadap pelestarian dan pengembangan berbagai jenis tarian nusantara mulai dari Betawi, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

"Sanggar ini saya dirikan karena rasa cinta saya terhadap kekayaan budaya bangsa yang merupakan produk kearifan dan kecerdasan nenek moyang," ujarnya kepada Beritajakarta.id, Senin (1/6).

Perjuangan Sanggar Tari Tebet Timur Jaga Eksistensi Tari Tradisional

Ia mengutarakan, saat ini jumlah anak didiknya yang berlatih tari di sanggarnya mencapai 60 orang. Para anak didiknya tersebut aktif mengikuti latihan rutin di sanggarnya yang beralamat di Jalan Pulo Besar I, RT 04/11, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara setiap Jumat pada pukul 14.00-17.00 dan Minggu pada pukul 07.30-11.00.

"Latihan dibagi tiga golongan sesuai kelompok umur mulai dari anak-anak, remaja dan dewasa," katanya.

Untuk tari tradisional Betawi, sambung Ngadimin, para anak-anak didiknya dilatih menguasai Tari Lenggang Nyai, Tari Ronggeng Blantek Gegot, Tari Nandak Ganjen, Tari Gitek Balen, Tari Ngarojeng, Tari topeng Gong, Tari Tindak Ajret dan lain sebagainya.

"Dalam setiap latihan, saya dibantu tiga pelatih tari," ungkapnya.

Berkat komitmen dan totalitasnya di dunia seni tari, Ngadimin berhasil membawa Sanggar Tari Sri Budaya meraih banyak prestasi mulai dari tingkat provinsi hingga nasional. Di antaranya Penghargaan Anugerah Budaya dari Pemprov DKI Jakarta pada 2006, Penghargaan Pola Lantai Terbaik pada Festival Tari Anak Tingkat Nasional, Juara II Lomba Karya Cipta Tari Betawi Provinsi DKI pada 2000.

Kemudian Penghargaan sebagai Penyaji Unggulan Festival Tari Kreasi Tradisi Yogyakarta pada 2010 dan Juara I untuk Kategori B Festival Tari Kreasi Baru di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 2005.

"Melalui pelatihan tari seperti ini diharapkan generasi muda bisa mencintai budaya dari bangsa sendiri," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebakaran di Sunter Agung Berhasil Dipadamkan

    access_time13-05-2026 remove_red_eye9984 personAnita Karyati
  2. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye5671 personTiyo Surya Sakti
  3. Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2275 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2047 personFakhrizal Fakhri
  5. Ditarget Beroperasi Agustus 2026, Pramono Pastikan Keamanan Proyek LRT

    access_time13-05-2026 remove_red_eye1705 personDessy Suciati