You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
60 Peserta Ikuti Tes Swab di Puskesmas Kramat Jati
photo Nurito - Beritajakarta.id

60 Peserta Ikut Tes Swab di Puskesmas Kramat Jati

60 pegawai Kelurahan Kramat Jati dan warga mengikuti tes swab yang dilangsungkan di Puskesmas Kramat Jati, Senin (13/7). Ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini sekaligus mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Tes swab ini rencananya digelar selama tiga hari hingga Rabu lusa,

Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Inda Mutiara mengatakan, tes swab ini dilakukan untuk mengetahui apakah masih ada warga atau pegawai di kantor kelurahan yang terpapar COVID-19 atau tidak.

"Tes swab ini rencananya digelar selama tiga hari hingga Rabu lusa. Setiap hari pesertanya 60 orang yang berasal dari pegawai kelurahan dan warga sekitar. Hasil swab diketahui sekitar satu minggu kemudian," ujar Inda.

378 Peserta Ikut Tes Rapid di Terminal Pulogebang

Menurutnya, tracking kontak erat dengan kasus COVID-19 ini juga akan terus ditindaklanjuti. Karena berdasarakan data yang dimilikinya, masih ada wilayah RW yang berpotensi terjadi penularan COVID-19.

"Untuk RW yang berpotensi terjadi penularan COVID-19 ini berada di Kelurahan Tengah. Kami akan tindak lanjuti dalam minggu ini dengan melakukan tes swab terhadap orang yang pernah kontak erat," lanjut Inda.

Inda berharap, warga terus mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19 agar pandemi ini bisa segera berakhir.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12150 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1364 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1342 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1304 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1009 personBudhi Firmansyah Surapati