You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Belanja Sayur di P2L Kepulauan Seribu Boleh Memetik Sendiri
photo Suparni - Beritajakarta.id

Belanja di Pekarangan Pangan Lestari Bisa Petik Sendiri Lho..

Kelompok Wanita Tani (KWT) di enam kelurahan di Kepulauan Seribu semakin memanjakan mereka yang ingin berbelanja. Selain harga yang kompetitif dengan kualitas baik, saat ini belanja di Pekarangan Pangan Lestari (P2L) bisa langsung memetik sendiri.

Dikelola secara baik dan profesional

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu, Devi Lidya mengatakan, dengan metode belanja mandiri atau petik sendiri ini diharapkan bisa meningkatkan penjualan.

"Kami ingin KWT memiliki keuangan sendiri yang dikelola secara baik dan profesional. Bertani ini bisa menjadi mata pencaharian dan sangat menjanjikan," terangnya.

Pekarangan Pangan Lestari Dikembangkan di Kepulauan Seribu

Menurutnya, warga maupun wisatawan boleh belanja mandiri dengan memetik sendiri sayuran yang dibutuhkan, pengelola akan menimbang dan menghitung sesuai harga yang telah ditetapkan. Misalnya, cabe rawit saat ini dijual Rp100 ribu per kilogram dan pakcoy Rp 10 ribu per kilogram.

"Kami berharap melalui P2L ini kebutuhan akan sayur mayur di Kepulauan Seribu terpenuhi secara mandiri dan tidak tergantung pasokan dari luar," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik

    access_time11-07-2026 remove_red_eye7663 personTiyo Surya Sakti
  2. Pengemudi Truk Sampah Salahgunakan BBM Operasional di Cilincing Disanksi

    access_time14-07-2026 remove_red_eye5467 personAnita Karyati
  3. Kelurahan Berprestasi Jadi Penggerak Jakarta Menuju 20 Besar Kota Global

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1603 personFakhrizal Fakhri
  4. SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1434 personDessy Suciati
  5. DPRD DKI Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

    access_time14-07-2026 remove_red_eye1315 personFakhrizal Fakhri