You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ratusan Rumah di Kebon Melati Terbakar
photo Doc - Beritajakarta.id

Hingga Maret, 26 Kebakaran Terjadi di Jakpus

Hingga awal Maret 2015, sebanyak 26 kasus kebakaran terjadi di Jakarta Pusat.  Terakhir, kebakaran hebat terjadi di pemukiman padat penduduk di Kebon Melati, Tanah Abang, yang menghanguskan ratusan rumah dan menyebabkan ribuan warga mengungsi. Akibat kebakaran tersebut, nilai kerugian ditaksir mencapai belasan miliar rupiah.

Hingga saat ini sudah ada 26 kejadian dan kerugian kira-kira mencapai 15 miliar lebih dan itu belum termasuk kebakaran di Kebon Melati

Kepala Seksi Operasional, Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Pusat, Muchtar Zakaria mengatakan, sejak Januari 2015  hingga Minggu (8/3) sudah ada 26 kasus kebakaran. Rata-rata kebakaran tersebut disebabkan korsleting listrik.

"Hingga saat ini sudah ada 26 kejadian dan kerugian kira-kira mencapai 15 miliar lebih dan itu belum termasuk kebakaran di Kebon Melati," kata Muchtar, Minggu (8/3).

Material Sisa Kebakaran Mulai Dibersihkan

Sementara, Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, pihaknya akan meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk rutin melakukan pemeriksaan terhadap instalasi listrik di rumah warga.

"Kami akan mendorong PLN untuk melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap instalansi listrik yang ada di pemukiman," tuturnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

    access_time02-10-2026 remove_red_eye3264 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

    access_time02-10-2026 remove_red_eye2888 personAnita Karyati
  3. Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1635 personTiyo Surya Sakti
  4. Jalan Raya Ciracas Dilebarkan

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1456 personNurito
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1267 personFolmer