You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
13 Homestay di Kepulauan Seribu Diusulkan Sebagai Tempat Isolasi Terkendali
photo Suparni - Beritajakarta.id

13 Homestay di Kepulauan Seribu Diusulkan Jadi Tempat Isolasi Terkendali

Sebanyak 13 homestay di Kepulauan Seribu akan diusulkan sebagai tempat isolasi terkendali warga terpapar COVID-19 dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

Kita cek kelengkapan fasilitasnya

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kepulauan Seribu Puji Astuti merinci, 13 homestay tersebut terdiri dari satu homestay di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kelurahan Pulau Tidung empat homestay, Kelurahan Pulau Harapan lima homestay, Kelurahan Pulau Kelapa dua homestay dan di Kelurahan Pulau Panggang satu homestay.

"Usulan ini akan diajukan kepada BPBD DKI Jakarta melalui Dinas Parekraf sebagai tempat isolasi terkendali di Kepulauan Seribu," ujarnya, saat melakukan peninjauan lokasi, Rabu (3/2).

Pemprov DKI Siap Tambah Empat Hotel Sebagai Tempat Isolasi Terkendali

Puji menjelaskan, kebutuhan tempat isolasi terkendali ini diperlukan karena kasus COVID-19 di Kepulauan Seribu ada tren meningkat.

"Usulan kebutuhan tempat isolasi terkendali ini diajukan oleh pihak kelurahan dan Puskesmas di masing-masing wilayah, sesuai kebutuhan. Kita data, cek kelengkapan fasilitas dan administrasinya, lalu hasilnya kita laporkan ke dinas," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

    access_time17-09-2026 remove_red_eye3452 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2347 personFakhrizal Fakhri
  3. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1184 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye935 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

    access_time21-09-2026 remove_red_eye923 personFakhrizal Fakhri