You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Nakes dan Tenaga Penunjang Fasyankes Diberi Pendampingan Psikologis
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Nakes dan Tenaga Penunjang Fasyankes Diberi Pendampingan Psikologis

Didampingi psikolog

Dinas Kesehatan DKI Jakarta berkolaborasi dengan Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Wilayah Jakarta memberikan pendampingan psikologis bagi tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga penunjang di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

1.700 Peserta Ikuti Dialog Interaktif Bersama Keluarga Antisipasi Bencana

 

Pendampingan ini sebagai upaya untuk meminimalisasi dampak psikologis yang mungkin timbul dan memelihara ketangguhan mental petugas kesehatan dalam melaksanakan tugasnya melayani pasien COVID-19.

 

Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa, dan NAPZA Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Endang mengatakan, pendampingan layanan psikologis bagi tenaga kesehatan dan tenaga penunjang dilaksanakan secara daring.

 

Proses pendampingan diawali dengan pendaftaran melalui tautan dinkes.jakarta.go.id/link/nakessehat2021. Kemudian, dilakukan kajian atau assessment terhadap peserta yang mendaftar untuk selanjutnya dikelompokkan sesuai kondisi psikologisnya dan dijadwalkan untuk mengikuti terapi kelompok.

"Sebelumnya, peserta akan dihubungi oleh IPK Wilayah Jakarta. Setiap kelompok terdiri dari lima sampai dengan enam orang peserta yang akan didampingi oleh satu atau dua orang psikolog," ujarnya, Kamis (5/8).

 

Menurutnya, jika dari hasil terapi kelompok, didapatkan peserta yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka akan diberikan telekonseling secara individu sebanyak satu kali.

"Kalau diperlukan rujukan maka akan dirujuk ke fasilitas pelayanan untuk mendapatkan pendampingan sesuai kondisi dan kebutuhan peserta," terangnya.

 

Endang menjelaskan, sebanyak 123 tenaga kesehatan telah mendaftarkan diri sejak pekan lalu, 25 di antaranya telah menjalani tahapan terapi kelompok. Saat ini, psikolog yang memberikan pendampingan adalah Pengurus Inti Ikatan Psikolog Klinis (IPK) yang bertugas di berbagai institusi termasuk puskesmas dan selanjutnya akan melibatkan seluruh anggota IPK.

"Sekarang sudah ada 23 tenaga Psikolog Klinis di Puskesmas yang juga merupakan anggota IPK Wilayah Jakarta," ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan upaya pencegahan dan pengendalian di bidang kesehatan jiwa melalui kegiatan pendampingan Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psiko Sosial (DKJPS) baik terhadap petugas kesehatan dan petugas penunjang, maupun masyarakat terdampak pandemi COVID-19.

Pendampingan ini dilakukan bersama organisasi-organisasi profesi di bidang kesehatan jiwa seperti, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI), Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Wilayah Jakarta dan Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI).

 

"Salah satu bentuk kegiatan pendampingan psikologis yang dilakukan adalah webinar kesehatan jiwa yang disampaikan oleh para pakar di bidang kesehatan jiwa seperti psikiater, psikolog klinis, perawat spesialis kesehatan jiwa dan motivator," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik

    access_time11-07-2026 remove_red_eye7664 personTiyo Surya Sakti
  2. Pengemudi Truk Sampah Salahgunakan BBM Operasional di Cilincing Disanksi

    access_time14-07-2026 remove_red_eye5468 personAnita Karyati
  3. Kelurahan Berprestasi Jadi Penggerak Jakarta Menuju 20 Besar Kota Global

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1603 personFakhrizal Fakhri
  4. SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1434 personDessy Suciati
  5. DPRD DKI Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

    access_time14-07-2026 remove_red_eye1315 personFakhrizal Fakhri