You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
PPSU Membuat Indikator Ketinggian Air di Titik Rawan Banjir
photo Nurito - Beritajakarta.id

PPSU Makasar Bikin Indikator Ketinggian Air di Titik Rawan Banjir

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, membuat indikator ketinggian air di beberapa titik rawan banjir. Di antaranya di wilayah Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar dan Kebon Pala. 

Agar masyarakat maupun petugas tahu kedalaman air di area genangan

Camat Makasar, Kamal Alatas mengatakan, dengan adanya indikator tersebut maka masyarakat maupun petugas terkait dapat mengetahui langsung kedalaman air genangan. Sehingga bisa menentukan apakah area genangan tersebut masih aman untuk dilintasi orang maupun kendaraan.

88 Personel PPSU Kelurahan Cawang Apel Siaga Banjir

"Agar masyarakat maupun petugas tahu kedalaman air di area genangan," kata Kamal, Rabu (27/10).

Di wilayah Kelurahan Makasar, indikator ketinggian air ditandai dengan cat minyak pada sejumlah tiang listrik yang ada di tikungan atau simpang jalan dengan ketinggian rata-rata 150 sentimeter di atas permukaan jalan. Indikator ini berada di Jl Tipala RW 05 dan Jl Pusdiklat Tenaga Kerja RW 07.

Lurah Cipinang Melayu, Arroyantoro menambahkan, di wilayahnya indikator ketinggian air dibuat di tiga lokasi. Yakni di Jl Nurul Iman RT 04/04, Jl H Sulaiman perbatasan RW 02 dan RW 03, tepatnya di RT 01/03, kemudian Jl H Amsir RT 02 RW 04. 

"Indikator ketinggian air ada yang dibuat di aliran kali dan ada juga yang di jalan. Ini bisa untuk perbandingan antara kedalaman kali dan daratan yang tergenang," pungkasnya. 

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye5858 personTiyo Surya Sakti
  2. Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2365 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2113 personFakhrizal Fakhri
  4. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1708 personDessy Suciati
  5. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1618 personNurito