You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
kpid_kodi_dakwah_03DES2021_yudha
photo Yudha Peta Ogara - Beritajakarta.id

Kolaborasi dengan KODI, KPID DKI Ajak Juru Dakwah Kritisi Tayangan Televisi

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi DKI Jakarta, Kawiyan mengajak para juru dakwah dan mubaligh untuk mengkritisi tayangan-tayangan televisi. Tujuannya memberikan pengarahan dan membimbing umat (masyarakat) agar memperoleh manfaat dalam menonton televisi.

Masyarakat butuh bimbingan untuk memilih atau menonton

"Masyarakat butuh bimbingan untuk memilih atau menonton, bahkan untuk tidak sama sekali menonton televisi. Sebab, tidak semua tayangan televisi punya nilai positif dan manfaat untuk penonton," ujar Kawiyan dalam Literasi Media untuk Juru Dakwah yang diselenggarakan KPID Provinsi DKI Jakarta dan Koordinasi Dakwah Indonesia (KODI) Provinsi DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Beritajakarta.id, Kawiyan mengatakan, para juru dakwah atau mubaligh punya peran yang sangat penting untuk mengedukasi masyarakat dalam memilih tontonan televisi. Sebab, para juru dakwah sering berdakwah di tengah masyarakat, khususnya di depan  audiensi kaum ibu. Sedangkan kaum ibu beperan sentral dalam keluarga untuk  membimbing putra-putri.

KPID Jakarta: Media Penyiaran Berperan Penting dalam Kesiapsiagaan Bencana

Sementara itu, Ketua KODI Provinsi DKI Jakarta, Jamaluddin F Hasyim menilai,  sampai saat ini sebagian besar stasiun televisi masih sering menayangkan infotainment yang berisi gosip atau ghibah.

"Tayangan infotainment yang berisi gosip dan ghibah itu bukan hanya tidak bermanfaat tetapi juga merusak masyarakat karena apa yang disampaikan penuh rekayasa, ada unsur isu-isu pribadi yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan publik," tegas Jamaluddin.

Jamaluddin mengajak para juru dakwah, mubaligh, dan masyarakat umum untuk membantu KPI dengan cara ikut mengawasi konten-konten siaran televisi. Caranya dengan melapor jika menemukan tayangan yang yang tidak sehat, tidak edukatif, dan berisi konten negatif.

Literasi Media untuk Juru Dakwah diikuti sekitar 100 calon juru dakwah atau mubaligh yang mengikuti Pendidikan Kader Mubaligh (PKM) KODI Provinsi DKI Jakarta.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1482 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1229 personFakhrizal Fakhri
  3. Uji Coba HBKB Dua Kali Sepekan Diminta Terbatas

    access_time24-09-2026 remove_red_eye1124 personFakhrizal Fakhri
  4. Pemkot Jakpus Jamin Pengadaan Tanah Proyek MRT Thamrin - Kwitang Dilakukan Terbuka

    access_time24-09-2026 remove_red_eye945 personFolmer
  5. Penataan Kawasan Unggulan di Ciracas Usung Konsep Penghijauan Lingkungan

    access_time25-09-2026 remove_red_eye872 personNurito