You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pengembangan Urban Farming di Cipayung dan Cakung Diapresiasi
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Pengembangan Urban Farming di Cipayung dan Cakung Diapresiasi

Kegiatan pertanian perkotaan atau urban farming terus berkembang di tengah masyarakat Jakarta. Selain untuk ketahanan pangan, urban farming juga membantu melestarikan lingkungan dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Dinas KPKP siap memberikan bantuan dan memfasilitasi

Di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, urban farming tengah dikembangkan dengan mengimbau setiap rumah untuk melakukan budidaya tanaman anggur dan lidah buaya.

Salah satunya urban farming Rubi Garden yang telah menjadi contoh pengembangan tanaman lidah buaya sebagai produk segar juga menjadi produk olahan.

Dinas KPKP dan Warga Panen Buah di Rawajati

Ketua Kelompok Pokja lll Kecamatan Cipayung sekaligus pemilik Rubi Garden, Robiyatun mengatakan, pengembangan urban farming di tempat ini dilakukan di atas lahan sekitar 70 meter persegi yang berada di lantai 2 dan 3 rumahnya.

Rooftoop rumahnya tersebut ditanami berbagai tanaman hortikultura seperti lidah buaya, tanaman hias, tomat, timun dan anggur. Di lantai atas rumahnya ini juga dihasilkan produk olahan seperti cheese stick, olahan lidah buaya, minuman berbahan herbal sereh, kembang teleng dan kayu manis.

"Untuk mengenalkan urban farming, saya harus memulai dari diri sendiri. Saya mengembangkan rooftop rumah sebagai lokasi urban farming," ujarnya, Jumat (20/5).

Sementara itu, Kelompok Tani Maju Jaya Lestari di RW 09, Penggilingan, Cakung, memanfaatkan lahan kosong untuk dibangun Rumah Education Center yang menjadi lokasi pelatihan urban farming bagi masyarakat umum setiap Rabu dan Jumat.

“Lokasi ini awalnya lahan terbengkalai.  Namun dengan bantuan PPSU, lahan ini dapat diberdayakan sebagai Posko Kampung Tangguh Jaya dan Rumah Education Center," jelasnya.

Ia nengungkapkan, di atas lahan seluas 400 meter persegi ini dibudidayakan tanaman sayuran daun, buah, toga dan hias. Termasuk budidaya perikanan serta maggot. Potensi produksi sayuran di lahan ini mencapai 20 kilogram sekali panen.

“Sementara ikan lele sekali panen dapat menghasilkan satu ton dari total lima kolam budidaya,” ucapnya.

Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI, Mujiati mengapresiasi pengembangan urban farming yang semakin bergeliat di tengah masyarakat.

Kegiatan urban farming dinilai tidak hanya terbatas pada lahan pertanian yang selama ini dilakukan masyarakat. Tetapi sudah menyasar ke lahan-lahan lainnya, baik itu milik masyarakat, pemerintah dan swasta di Jakarta.

“Dinas KPKP siap memberikan bantuan dan memfasilitasi. Baik benih atau bibit tanaman dan pendampingan kepada masyarakat," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Warga Kebayoran Lama Selatan Diberi Layanan CKG

    access_time01-09-2026 remove_red_eye1322 personTiyo Surya Sakti
  2. Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

    access_time30-08-2026 remove_red_eye1188 personFakhrizal Fakhri
  3. Lansia di Jaktim Dimotivasi Terapkan Pola Hidup Sehat dan Produktif

    access_time03-09-2026 remove_red_eye823 personNurito
  4. Bank Jakarta Raih KEJAR Award 2026

    access_time30-08-2026 remove_red_eye814 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Wagub Paparkan Kebijakan Umum Perubahan APBD 2026

    access_time31-08-2026 remove_red_eye803 personBudhi Firmansyah Surapati