You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Sudin LH Jaktim dan Pasar Induk Komitmen Kurangi Volume Sampah

Sudin LH Jaktim dan Pasar Induk Kramat Jati Komitmen Kurangi Sampah


Reporter: Nurito
Editor: Erikyanri Maulana

27 Juli 2020 11:32 WIB | Dibaca 713 X
Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur dan pengelola Pasar Induk Kramat Jati berkomitmen menjalankan program pengurangan sampah. Sebagai langkah awal telah dilakukan peninjauan lokasi penampungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati.

Kepala Sudin LH Jakarta Timur, Herwansyah menuturkan, pihaknya bersama pengelola pasar induk telah melakukan observasi dan perencanaan terkait program pengurangan sampah. Terlebih saat ini sudah ada lahan untuk pembuatan omposting dan pengolahan sampah dengan sistem magot di lokasi penampungan sampah Pasar Induk Kramat Jati.

"Kami sudah berkomitmen untuk mengurangi sampah dengan metode diolah dari sumbernya. Kami akan terus lakukan pendampingan agar program ini bisa berjalan dengan baik," ujar Herwansyah di lokasi penampungan sampah Pasar Induk Kramat Jati, Senin (27/7).

Saat ini, sambung Herwansyah, sampah dari Pasar Induk Kramat Jati setiap hari mencapai 90 ton yang dibuang ke TPST Bantar Gebang di mana 97 persennya merupakan sampah organik.

"Potensi pengolahan sampah di pasar induk ini cukup baik karena sampah organiknya cukup banyak juga didukung tempat pengolahan sampah dan SDM-nya yang mencukupi. Tinggal nanti ditambah pembinaan dan pelatihan-pelatihan. Jika program ini berjalan baik, kami optimistis sampah di pasar induk bisa direduksi hingga 10 ton," katanya.

Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun menambahkan, pihaknya mengapresiasi rencana program pengurangan sampah yang diajukan Sudin LH Jakarta Timur. Sebab, hal ini juga sejalan dengan rencana jajarannya agar volume sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang dapat berkurang.

"Metode pengurangan volume sampah dengannya komposting dan magot. Kami berharap ini menjadi komitmen bersama dalam mencari solusi mengatasi sampah sehingga kita tidak terus mengandalkan TPST Bantar Gebang," ucap Agus.

Dia menambahkan, pihaknya akan mengajukan anggaran ke kantor pusat agar program ini dapat dijadikan skala prioritas. Dengan demikian pada pertengahan Agustus atau September program ini sudah dapat berjalan.