You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dinas LH Perkuat Sinergitas Dengan Multistakholders Terkait Pengelolaan Sampah
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Dinas LH Perkuat Sinergisitas dengan Multistakholders Terkait Pengelolaan Sampah

Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta memperkuat sinergitas dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan sampah di DKI Jakarta.

Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja sama

Hal ini ditandai dengan diadakannya kegiatan Forum Multistakeholders Kolaborator Persampahan DKI Jakarta.

Kegiatan ini mempertemukan seluruh kolaborator yang selama ini sudah berkontribusi dalam melakukan pengelolaan sampah di DKI Jakarta.

Pembangunan RDF di Bantar Gebang Ditarget Rampung Oktober

Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, kolaborator diharapkan ikut melakukan perencanaan, eksekusi dan evaluasi untuk mengetahui capaian target yang sudah dilakukan.

“Sinergi dalam program antara Dinas Lingkungan Hidup, agregator dan para kolaborator agar depannya kita tahu mau ke mana dan apa lagi yang harus kita lakukan,” katanya, Jumat (1/7).

Asep menjelaskan, pada pertemuan ini para kolaborator membentuk tim diskusi untuk menentukan program 2023 dan bertukar gagasan best practice dalam pengelolaan sampah di DKI Jakarta, termasuk merencanakan program selanjutnya.

Dinas LH DKI Jakarta pun membuka diri kepada masyarakat yang belum menjadi kolaborator untuk ikut menyelesaikan isu lingkungan hidup di DKI Jakarta.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja sama, sehingga dapat berperan aktif untuk membangun kota Jakarta,” terangnya.

Direktur Tunas Muda Care (T.Care), Firmansyah mengungkapkan komitmennya sebagai agregator Kolaborasi Sosial Berskala Besar Persampahan (KSBB Persampahan) untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan sampah Jakarta.

"Semangat kolaborasi dalam menyukseskan Jakarta Sadar Sampah akan terus kami bangun melalui program TCare, Natakota," tuturnya.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Filantra Dadi Mulyadi menuturkan, ada beragam program yang akan dijalankan setelah melakukan forum diskusi bersama kolaborator lainnya.

Salah satunya program pendampingan secara langsung dengan masyarakat dan seluruh kolaborator untuk melihat kondisi di lapangan mengenai permasalahan sampah yang ada.

Sehingga dapat diketahui kekurangan yang ada dan bisa menutupi kekurangan tersebut dengan berkolaborasi.

“Kemudian juga kami ingin sekali ada penghargaan yang diberikan untuk kolaborator yang sudah mendedikasikan dirinya membantu persoalan sampah di DKI Jakarta,” ungkap Dadi.

Perlu diketahui, kolaborator yang mengikuti Forum Stakeholders Kolaborator Persampahan antara lain WVI, DCA, Filantra, Rumah Zakat, T.Care, WWF, Askrindo Syariah, Paljaya, Marine Budies Jakarta, ACT, Bank BNI, Bank DKI, Pertamina Lubricants, Eco Enzyme Nusantara, Unilever, Rekosistem, PT Komatsu Indonesia, Pertamina MOR III, PLN, AHM dan Rumah Sosial Kutub, Danone.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 1.525 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Teken Perpanjangan Kontrak Kerja

    access_time01-07-2026 remove_red_eye2281 personAnita Karyati
  2. Pengecoran Tanggul Dermaga Pulau Untung Jawa Capai 57 Persen

    access_time29-06-2026 remove_red_eye1032 personAnita Karyati
  3. Bank Jakarta dan BEI Dorong Pertumbuhan Berkualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

    access_time01-07-2026 remove_red_eye901 personFakhrizal Fakhri
  4. Rano Kampanyekan Pilah Sampah Saat Karnaval Jakarta Penuh Warna

    access_time28-06-2026 remove_red_eye864 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Bantaran Anak Kali Ciliwung di Pinangsia Ditanami Pohon

    access_time03-07-2026 remove_red_eye805 personBudhi Firmansyah Surapati