You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
UMJ Berkomitmen Selenggarakan Pendidikan Inklusif
photo Folmer - Beritajakarta.id

UMJ Berkomitmen Selenggarakan Pendidikan Inklusif

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) terus berkomitmen menyelenggarakan kampus inklusif. Selama lebih dari 20 tahun lamanya, UMJ menerima penyandang disabilitas untuk menempuh pendidikan.

UMJ berkomitmen untuk menjadi kampus inklusif yang membuka akses pendidikan bagi siapapun tanpa terkecuali

Berdasarkan data tahun ajaran 2022/2022, sebanyak 24 mahasiswa berkuliah di sejumlah fakultas di antaranya Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Agama Islam, Ilmu Pendidikan,  Hukum dan Ekonomi dan Bisnis.

Wakil Rektor IV Bidang Kemahasiswaan dan AIK, Dr Septa Candra, SH, MH mengatakan, UMJ sejak lama memiliki kesadaran memberikan pendidikan sebagai hak bagi seluruh bangsa tidak tekecuali penyandang disabilitas sesuai UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Dinas Kominfotik-KI DKI Gelar Webinar Aksesibilitas Informasi Publik di Era Digital

"Atas dasar kemanusiaan dan ajaran agama Islam, UMJ berkomitmen untuk menjadi kampus inklusif yang membuka akses pendidikan bagi siapapun tanpa terkecuali," ujar Septa Candra, Senin (25/7).

Ia memaparkan, banyaknya fakultas dan program studi menarik minat penyandang disabilitas untuk dapat berkuliah. Hal tersebut juga menjadi dorongan besar bagi UMJ untuk membuka akses bagi penyandang disabilitas.

“Mereka masih mungkin bisa mengikuti perkuliahan beberapa prodi,” paparnya.

Alhasil, lanjut Septa, UMJ semakin serius menyelenggarakan pendidikan inklusif dengan bertambahnya jumlah mahasiswa disabilitas.

“UMJ akan terus memberikan ruang untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa disabilitas, bahkan dengan mitra kerja sama baik pemerintah maupun swasta,” katanya.

Ia juga berharap pelayanan, fasilitas dan aksesibilitas bagi mahasiswa penyandang disabilitas semakin berkembang. UMJ juga berkomitmen menyelenggarakan pendidikan inklusif agar dapat memberikan dampak dan mencerahkan bagi masyarakat.

"Kami berharap ke depannya semakin banyak jumlah mahasiswa disabilitas yang mengikuti pendidikan dan UMJ bisa  memberikan pelayanan terbaik, beasiswa dan kenyamanan bagi mahasiswa disabilitas,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, Disabled Care Community (DCC) yang merupakan wadah komunitas mahasiswa penyandang disabilitas resmi didirikan di UMJ pada tahun 2018  DCC telah banyak berkontribusi baik di dalam maupun luar kampus.

"Pengurus dan anggota DCC memberikan pendampingan bagi calon mahasiswa baru penyandang disabilitas untuk memilih program studi, melakukan proses administrasi, hingga resmi terdaftar sebagai mahasiswa di UMJ," ungkapnya.

Sementara Ketua Pembina DCC, Dr Usni, S.IP., M.Si., menambahkan, wadah DCC didirikan untuk medorong potensi mahasiswa disabilitas, sehingga setelah lulus kuliah dapat bergabung di tengah masyarakat.

Selain itu, keberadaan mahasiswa disabilitas juga didukung oleh relawan. Melalui DCC, para relawan direkrut untuk mendampingi mahasiswa dalam melakukan beberapa aktivitas seperti ujian, urusan administrasi, dan lain-lain.

"UMJ menjadi satu-satunya PTMA di  Jabodetabek yang membuka akses pendidikan bagi penyandang disabilitas.  Oleh karenanya UMJ terus berupaya untuk terus melakukan perbaikan dan perkembangan terkait pelayanan dan fasilitas bagi mahasiswa disabilitas," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. PPSU Jelambar Himpun 144 Liter Minyak Jelantah

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1705 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pramono Upayakan Tak Ada Pemberhentian Kerja PPPK

    access_time29-03-2026 remove_red_eye1273 personDessy Suciati
  3. Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

    access_time31-03-2026 remove_red_eye1063 personDessy Suciati
  4. DPP APWI Gelar Halal Bihalal Bersama Widyaiswara

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1058 personFolmer
  5. Satpol PP Pesanggrahan Tertibkan Puluhan Spanduk dan Baliho

    access_time30-03-2026 remove_red_eye880 personTiyo Surya Sakti