You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kesehatan Penghuni Rusun Tanah Tinggi Dicek
photo Rudi Hermawan - Beritajakarta.id

Kesehatan Penghuni Rusun Tanah Tinggi Dicek

Program Ketuk Pintu Layani Masyarakat dengan Hati dilakukan serentak di ibu kota. Di Jakarta Pusat, sasaran pertama program tersebut dilakukan di Rumah Susun Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat. Seluruh penghuni rusun mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh petugas.  

Petugas yang kami kerahkan ada 200, petugas dari Puskesmas Johar Baru, Sudin Kesehatan Jakarta Pusat, petugas BPJS dan dari kader kesehatan

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Reggy S Sobari mengatakan, pihaknya tidak melakukan pengobatan secara langsung, tetapi melakukan pencegahan secara preventif.

"Kegiatan yang dilakukan yakni untuk wanita subur dilakukan pemeriksaan IVA di puskesmas, imunisasi kepada balita, cek gula darah, kanker rahim, deteksi dini TBC dan penyuluhannya, PSN dan haigin sanitasi pangan terhadap makanan dan air yang ada di sekitar serta melakukan pendataan dan pendaftaran BPJS terhadap penghuni rusun," kata Reggy di Rusun Tanah Tinggi, Minggu (24/5).

DKI Luncurkan Program Ketuk Pintu Layani dengan Hati

Pelaksanaan gerakan yang dilakukan di Rusun Tanah Tinggi tersebut, kata Reggy, merupakan tahap awal. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan pendataan di seluruh rumah susun yang ada di Jakarta Pusat.

"Petugas yang kami kerahkan ada 200, petugas dari Puskesmas Johar Baru, Sudin Kesehatan Jakarta Pusat, petugas BPJS dan dari kader kesehatan," ujarnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1168 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1147 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye911 personAnita Karyati
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye907 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye834 personBudhi Firmansyah Surapati