You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dinas Bina Marga Targetkan Penataan Trotoar di Jakarta Rampung Bulan Ini #2
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Dinas Bina Marga Targetkan Penataan Trotoar Rampung Bulan Ini

Dinas Bina Marga DKI Jakarta tengah mengebut pengerjaan penataan trotoar dengan konsep complete street tahun ini.

Kisaran di atas 90 persen. Alhamdulillah Oktober ini selesai

Penataan trotoar kali ini difokuskan di beberapa kawasan seperti Kebayoran Baru, Pecenongan dan Jalan Proklamasi-Jalan Penataran.

Secara rinci, penataan trotoar di kawasan Kebayoran Baru mencakup Jalan Cikajang, Jalan Trunojoyo, Jalan Gunawarman, Jalan Pattimura dan Jalan Sultan Hasanudin. Sementara penataan trotoar di kawasan Pecenongan meliputi Jalan Juanda dan Jalan Pecenongan.

Dinas Bina Marga Berencana Revitalisasi Trotoar Jalan HR Rasuna Said

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, progres pengerjaan penataan pedestrian di lokasi tersebut sudah di atas 90 persen. Saat ini sedang dilakukan finalisasi yang mencakup perbaikan coating dan pemasangan street furniture seperti bangku taman.

“Kisaran di atas 90 persen. Alhamdulillah Oktober ini selesai. Ada juga di Jalan Mas Mansyur sisi Barat,” ujarnya, Senin (10/10).

Ia menjelaskan, penataan trotoar dipusatkan pada kedua sisi trotoar di sepanjang jalan tersebut berikut salurannya. Panjang trotoar yang akan ditata di kawasan Kebayoran Baru 6.960 meter, kawasan Pecenongan 2.100 meter dan Jalan Proklamasi-Jalan Penataran 3.540 meter. Sementara di Jalan Mas Mansyur sepanjang 1.400 kilometer.

“Pada periode 2017-2021 trotoar yang direvitalisasi sudah 265 kilometer. Dengan revitalisasi tahun ini, maka panjang trotoar yang ditata bisa 300 kilometer sekian,” ucap Hari.

Hari menyampaikan, penataan trotoar di tiga kawasan ini menggunakan konsep complete street. Dalam konsep tersebut, ruang jalan ditata ulang sesuai fungsinya secara ideal dan lengkap mengakomodasi seluruh kebutuhan pengguna jalan.

Penataan fungsi jalan secara ideal dan lengkap itu mencakup jalur sepeda, jalur hijau, pejalan kaki, penambahan ruang transportasi umum berikut fasilitas pendukungnya, street furniture, parkir on street dan aksesoris seperti, PJU, tanaman, dan kursi.

Kemudian, mencakup juga penataan jaringan utilitas seperti manhole utilitas atau ducting system.

“Prinsipnya, penataan yang mengakomodasi kebutuhan sesuai porsi yang tepat dengan memprioritaskan pejalan kaki, pesepeda dan pengguna transportasi umum," tandas Hari.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pelajar SD di Kepulauan Seribu Ikuti Lomba Regu Prestasi Penggalang

    access_time28-08-2026 remove_red_eye1858 personAnita Karyati
  2. Peresmian LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Dijadwal Ulang

    access_time26-08-2026 remove_red_eye829 personDessy Suciati
  3. Tawarkan 37 Proyek Strategis, Pramono Ajak Investor Bangun Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye743 personDessy Suciati
  4. JIF Summit 2026 Perkuat Kolaborasi dan Peluang Investasi Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye709 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Regulasi Turunan UU DKJ Diharapkan Rampung Sebelum Keppres IKN

    access_time28-08-2026 remove_red_eye686 personFakhrizal Fakhri