You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Naikan Tarif Pajak Progresif, DKI Optimis Raup Pajak PKB Rp6,65 Triliun
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

DKI Optimistis Raup Pajak Kendaraan Bermotor Rp 6,65 Triliun

Meski hingga Juni 2015, perolehan pajak kendaraan bermotor (PKB) baru mencapai Rp 2,1 triliun, namun Dinas Pelayanan Pajak (DPP) DKI Jakarta optimistis hingga akhir tahun nanti perolehan PKB mencapai target yang ditetapkan sebesar Rp 6,65 triliun. Apalagi terhitung sejak 1 Juni lalu, Pemprov DKI Jakarta telah menaikkan tarif pajak progresif kendaraan bermotor sebesar 0,5 persen.

Kami optimistis target PKB sebesar Rp 6,65 triliun akan tercapai akhir tahun nanti

‎"Kami optimistis target PKB sebesar Rp 6,65 triliun akan tercapai akhir tahun nanti," kata Andri Kunarso, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Informasi dan Penyuluhan Pajak Daerah DPP DKI kepada beritajakarta.com, Jumat (5/6).

Optimisme itu, kata Andi, didasari tarif baru pajak progresif kendaraan bermotor itu tidak hanya dikenakan atas dasar nama sang pemilik kendaraan, tetapi juga berdasarkan alamat,  kartu tanda penduduk (KTP), dan kartu keluarga (KK).

DKI Naikkan Nilai Pajak Progresif Kendaraan

"Pengenaan tarif pajak progresif kendaraan bermotor tahun ini didasarkan dari data kependudukan KTP dan KK yang ada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dinas Dukcapil). Kita optimis target PKB tahun ini bakal tercapai," ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam aturan baru ini, satu orang dalam satu keluarga yang tinggal di tempat yang sama dan tercantum dalam KK, akan langsung dikenakan tarif pajak progresif saat membayar pajak kendaraan baru. Berbeda dengan aturan dalam Perda Nomor 8 tahun 2010, besaran pajak progresif pada tahun ini ditingkatkan sebesar 0,5 persen‎ terhadap kendaraan pertama dan seterusnya.

‎"Tarif pajak progresif di 2010 disesuaikan dari 1,5 persen pada kendaraan pertama menjadi 2 persen. Begitu pula pada kendaraan kedua, dari 2 persen menjadi 2,5 persen. Kenaikan tarif pajak progresif sebesar 0,5 persen berlaku pada kendaraan pertama hingga kendaraan ketujuh belas," terangnya.

Andri mengungkapkan, tarif baru tentang pajak progresif kendaraan bermotor di DKI ini telah diinformasikan kepada masyarakat dengan memasang spanduk di kantor-kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) ‎di lima wilayah Jakarta.

"‎Itu bagian dari upaya kita untuk menyampaikan kepada masyarakat terkait penerapan Perda Nomor 2 tahun 2015 tentang Pajak Progresif ini," ungkapnya.

Selain melalui spanduk, pihaknya juga terjun ke lapangan untuk memberi imbauan kepada masyarakat agar membayar PKB tepat waktu. Sosialisasi tersebut dilakukan dalam setiap kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di kantor kelurahan maupun kecamatan.

‎"Kita juga imbau masyarakat untuk segera bayar PKB tepat waktu agar jangan sampai ada utang dan akhirnya terkena denda dua persen," tandasnya.

‎Andri menambahkan, ‎penyesuaian tarif pajak progresif ini atas inisiasi langsung dari Gubernur DKI jakarta dalam rangka membatasi kendaraan pribadi di Jakarta yang jumlahnya semakin meningkat. "Kami berharap aturan baru pajak progresif ini dapat efektif menekan pertumbuhan kendaraan pribadi di Jakarta," tukasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6374 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5618 personNurito
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2061 personFakhrizal Fakhri
  4. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1827 personAnita Karyati
  5. Kapasitas LRT Diminta Ditambah Usai Transportasi Publik Semakin Terhubung

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1634 personFakhrizal Fakhri