You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Peringatan HKN DKI Jakarta Momentum Membuat Sistem Kesehatan Yang Lebih Kuat
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Peringatan HKN Jadi Momentum Membuat Sistem Kesehatan yang Lebih Kuat

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menghelat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022 di Hall B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat pada 28 - 29 November 2022.

Peringatan HKN ini dapat jadi momentum untuk membuat sistem kesehatan yang lebih kuat

Kegiatan ini diisi dengan berbagai talkshow, pameran alat kesehatan, hingga layanan vaksinasi COVID-19.

Pemkot Jakpus Gelar Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

Ketua Panitia Peringatan HKN ke-58 Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022, Indra mengatakan, tema Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku dipilih seiring dengan transisi pandemi COVID-19 menjadi endemi dalam rangka bangkitnya semangat dan optimisme seluruh komponen masyarakat Indonesia.

"Peringatan HKN ini dapat jadi momentum untuk membuat sistem kesehatan yang lebih kuat," ujar Indra, di JCC Senayan, Senin (28/11).

Penguatan sistem kesehatan, sambungnya, dapat dilaksanakan terutama melalui berbagai transformasi di bidang kesehatan. Hal itu sesuai dengan kebutuhan pelayanan yang lebih kolaboratif dan profesional saat ini.

Ia mengatakan, puncak kegiatan ini diisi dengan pekan ilmiah tahunan dan talkshow. Berbagai perusahaan kesehatan mendukung dengan memamerkan alat-alat kesehatan yang 70 persen merupakan produk dalam negeri.

Pada pembukaan acara, panitia menghadirkan Narasumber Dr Hafiz dan Kepala Bidang P2P Dinkes Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia untuk menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak bayi sampai dengan lansia.

Dr Hafiz mengatakan, 75 persen kematian di dunia disebabkan penyakit tidak menular. Yakni, kardiovaskular (sakit jantung, stroke, hipertensi), kanker, paru kronik dan diabetes di mana Indonesia menempati urutan kelima dunia.

"Faktornya asupan makan, tidak bergerak secara rutin, menghirup asap rokok atau alkohol, tidak berobat," ungkapnya.

Dalam hal pencegahan yang perlu dilakukan antara lain rutin mengecek tekanan darah, rajin beraktivitas, diet yang seimbang, tidak boleh berlebihan dalam mengonsumsi garam dan gula, istirahat yang cukup hingga mengelola stres secara baik.

Sementara itu, Dwi Oktavia menyampaikan materi mengenai pentingnya memberikan imunisasi kepada bayi sesuai dengan petunjuk pemerintah hingga pola hidup sehat bagi para lansia. Selain itu ia menyampaikan target Indonesia mengeliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC).

"Pada 2030 mengeliminasi TBC, tetapi masih banyak pasien TBC. Agar pasien TBC terus berobat agar sembuh dan bisa dikurangi tingkat penularannya," tandasnya.

 




Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye29520 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11644 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye7015 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3973 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye2353 personAldi Geri Lumban Tobing