You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sensor Pemantauan Udara Berbiaya Rendah #2
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Ini 12 Lokasi Sensor Pemantau Udara di Jalur Ganjil Genap

Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta memasang 12 sensor pemantau udara berbiaya rendah atau Low Cost Sensor (LCS) di ruas jalan yang menerapkan ganjil genap.

Dengan dipasangnya LCS di ruas jalan ini kita mengukur efektivitas kebijakan ganjil genap

Keberadaan LCS dapat memperluas jangkauan pemantauan udara di Jakarta sekaligus juga melengkapi lima Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) eksisting standar referensi yang tersebar di setiap wilayah Kota.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Hubungan Masyarakat Dinas LH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan mengatakan, LCS berfungsi mengevaluasi efektivitas pelaksanaan ganjil genap dalam pengendalian polusi.

14 Sensor Berbiaya Rendah Dipasang di Alat Pemantau Kualitas Udara

“Dengan dipasangnya LCS di ruas jalan ini kita mengukur efektivitas kebijakan ganjil genap terhadap penurunan pencemaran emisi udara,” ujarnya, Jumat (9/12).

Yogi menambahkan, ruas jalan yang dipasang LCS berdasarkan rekomendasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Adapun proses analisis LCS membutuhkan waktu sebulan, kemudian hasilnya akan disampaikan kepada publik.

“Ke depan, jumlah LSC akan terus ditambah di seluruh ruas jalan ganjil genap,” tandasnya.

Berikut sebaran 12 LCS di ruas jalan yang menerapkan ganjil genap:

1. Sebagian Jalan Jenderal S. Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan simpang Jalan KS. Tubun).

2. Jalan Jenderal M.T. Haryono.

3. Jalan Jenderal D.I. Panjaitan.

4. Jenderal Ahmad Yani.

5. Jalan Thamrin Raya.

6. Jalan Tomang Raya.

7. Jalan Fatmawati.

8. Jalan Gunung Sahari.

9. Jalan Jenderal Sudirman (Dukuh Atas).

10. Jalan Sisingamangaraja.

11. Jalan Gajah Mada.

12. Jalan Salemba Raya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6756 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6063 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1381 personDessy Suciati
  4. PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik

    access_time08-03-2026 remove_red_eye1257 personAnita Karyati
  5. Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    access_time13-03-2026 remove_red_eye1201 personAldi Geri Lumban Tobing