You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dinsos DKI Bidik Sindikat Penyalur PMKS
photo Doc - Beritajakarta.id

Jelang Buka Puasa, Jalan Sabang Diserbu PMKS

Menjelang jam buka puasa, kawasan kuliner Jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat, dipenuhi warga yang mencari makanan untuk berbuka puasa. Ramainya warga dimanfaatkan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) untuk meminta uang dengan modus mengamen.

Mereka letakin gelas plastik di meja, kesannya harus ngasih dengan gaya memaksa. Kalau terus-terusan ya risih jugalah, bisa lebih banyak buat pengamen daripada bayar makannya

Pantauan beritajakarta.com pengamen terlihat secara bergantian masuk ke sejumlah kios dagangan yang mulai dipadati orang. Banyaknya pegamen, membuat rentang waktu antara 1 pengamen dengan yang lainnya hanya berkisar 6 menit.

"Mereka letakin gelas plastik di meja, kesannya harus ngasih dengan gaya memaksa. Kalau terus-terusan ya risih jugalah, bisa lebih banyak buat pengamen daripada bayar makannya," ujar, Ronald (36), salah seorang pengunjung, Sabtu (20/6).

Januari-Juni, 713 PMKS Terjaring di Jakpus

Terkait hal tersebut, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati mengatakan, pihaknya akan melakukan pengetatan pengawasan di lokasi berpotensi rawan PMKS tersebut.

"Saat ini petugas kita tempatkan melakukan pengawasan di tempat ibadah, terminal dan stasiun termasuk kawasan kuliner," katanya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik

    access_time11-07-2026 remove_red_eye7719 personTiyo Surya Sakti
  2. Pengemudi Truk Sampah Salahgunakan BBM Operasional di Cilincing Disanksi

    access_time14-07-2026 remove_red_eye6094 personAnita Karyati
  3. Kelurahan Berprestasi Jadi Penggerak Jakarta Menuju 20 Besar Kota Global

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1658 personFakhrizal Fakhri
  4. SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1454 personDessy Suciati
  5. DPRD DKI Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

    access_time14-07-2026 remove_red_eye1344 personFakhrizal Fakhri