You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ketua Komisi B Paljaya Wujudkan Sanitasi Sehat
photo Doc - Beritajakarta.id

Ketua Komisi B Minta Paljaya Wujudkan Sanitasi Sehat

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ismail menginginkan agar Perumda Paljaya dapat semakin optimal mewujudkan sanitasi sehat di Jakarta, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.

Kebutuhan untuk sanitasi sehat warga ini harus bisa dipenuhi

Ismail mengatakan, Perumda Paljaya harus menunjukkan peran aktifnya untuk mewujudkan Jakarta yang semakin bersih dari sisi sanitasi baik untuk hunian horizontal dan vertikal maupun tempat-tempat komersil lainnya.

"Kebutuhan untuk sanitasi sehat warga ini harus bisa dipenuhi atau dioptimalkan Perumda Paljaya," ujarnya, Kamis (9/2).

PAM Jaya dan Palyja Sepakati Penyelesaian Shortfall

Menurutnya, terkait kebutuhan penganggaran memang harus ada prioritas dan melihat peluang-peluang yang ada agar jangan terlalu langsung membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Selain dana CSR, semisal itu dapat dilakukan menggunakan dana dari penerapan Koefisien Lantai Bangunan atau KLB jika regulasinya memungkinkan ya boleh-boleh saja," terangnya.

Ismail menjelaskan, untuk pembangunan jaringan perpipaan pengelolaan air limbah memang diperlukan invetasi yang sangat besar dan selama ini menggunakan skema Penyertaan Modal Daerah (PMD) melalui APBD.

"Investasinya triliunan. Saya kira ini juga perlu solusi, bila mungkin dengan alternatif mencari hibah-hibah dari luar negeri. Kalau memang memungkinkan, ini bisa sangat membantu," ungkapnya.

Ia berharap, Perumda Paljaya juga dapat mengoptimalkan alokasi PMD yang sudah diberikan untuk pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) maupun jaringan.

"Ini harus segera diserap atau dieksekusi karena sudah disahkan di Dewan. Saat ini DKI sedang berbenah, termasuk jaringan utilitas, ini perlu koordinasi yang baik agar infrastruktur Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau pipa milik Paljaya yang sudah terpasang tidak dibongkar-bongkar lagi," ucapnya.

Sementara itu, Corporate Secretary Perumda PAL Jaya, Saptanto Tabrani menuturkan, untuk percepatan mewujudkan sanitasi sehat di Jakarta memang memerlukan pendanaan atau investasi yang tidak sedikit. Terlebih, jika menggunakan jaringan perpipaan.

Namun demikian, Perumda Paljaya bisa melakukan akselerasi dengan mengoptimalkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) setempat atau dikenal dengan Bio PAL di wilayah-wilayah yang belum tersambung sistem perpipaan serta Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD) Komunal.

"Kami tentu sangat menyambut baik jika ada dukungan dari eksekutif dan legislatif jika bisa menggunakan sumber dana dari kompensasi KLB. Terlebih, Pak Pj Gubernur juga menginginkan agar masalah sanitasi sehat ini menjadi perhatian," urainya.

Perumda Paljaya, lanjut Tanto, sangat siap untuk mewujudkan sanitasi sehat di Jakarta. Sebab, hal ini sangat penting untuk mengatasi pencemaran lingkungan dan menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat.

"Kita BUMD yang bergerak di penanganan limbah sepakat bahwa masalah sanitasi ini perlu segera dituntaskan. Apalagi, Jakarta merupakan kota besar. Kami tidak ingin masih ada warga bahkan yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Open Defecation Free ini penting karena menjadi indikator kota sehat," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

    access_time28-07-2026 remove_red_eye9308 personAnita Karyati
  2. 14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

    access_time28-07-2026 remove_red_eye3689 personNurito
  3. Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

    access_time31-07-2026 remove_red_eye3250 personNurito
  4. MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

    access_time29-07-2026 remove_red_eye1964 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

    access_time31-07-2026 remove_red_eye1538 personAnita Karyati