You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ular Sanca Empat Meter Berhasil Dievakuasi dari Permukiman di Pulau Lancang
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

Ular Sanca di Permukiman Warga Pulau Lancang Dievakuasi

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengevakuasi ular sanca liar sepanjang empat meter dari permukiman warga Jalan Lancang Permai, Gang Teri, RT 01/01, Pulau Lancang, Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan.

Saat ini ular sanca itu masih diamankan

Perwira Piket Sudin Gulkarmat Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Abdul Wahid menuturkan, pihaknya menerima informasi gangguan ular sanca ini dari pemilik rumah pukul 01.00 dini hari.

Karena tak berani menangkap, si pemilik rumah meminta bantuan petugas di Pos Pemadam Kebakaran Pulau Lancang untuk mengevakuasi ular tersebut.

Ular Sanca di Rumah Warga Pulau Pari Dievakuasi

"Pemilik rumah melaporkan melihat sepintas ular hitam hendak masuk ke rumah. Karena khawatir membahayakan, pemilik rumah langsung melaporkan ke kami," katanya, Senin (20/3).

Wahid menjelaskan, pihaknya mengerahkan empat personel ke lokasi dengan alat bantu dua kuda besi. Dalam waktu lima menit, ular sanca tersebut berhasil dievakuasi.

"Saat ini ular sanca itu masih diamankan di Pos Pulau Lancang," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1486 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1233 personFakhrizal Fakhri
  3. Uji Coba HBKB Dua Kali Sepekan Diminta Terbatas

    access_time24-09-2026 remove_red_eye1131 personFakhrizal Fakhri
  4. Pemkot Jakpus Jamin Pengadaan Tanah Proyek MRT Thamrin - Kwitang Dilakukan Terbuka

    access_time24-09-2026 remove_red_eye951 personFolmer
  5. Penataan Kawasan Unggulan di Ciracas Usung Konsep Penghijauan Lingkungan

    access_time25-09-2026 remove_red_eye883 personNurito