You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 179 Bangunan Liar di Kelurahan Duri Pulo Segera di Bongkar
photo Rudi Hermawan - Beritajakarta.id

Bikin Kumuh, 179 Bangunan akan Ditertibkan

Sebanyak 179 bangunan liar di atas saluran air, Jalan Subur Raya dan Duri Raya, Kelurahan Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, akan ditertibkan Pemkot Administrasi Jakarta Pusat. Direncanakan penertiban akan dilakukan setelah Lebaran.

Kami berikan batas waktu sampai 30 Agustus, jika belum dibongkar, maka 2 September akan kami bongkar paksa

Selama ini ratusan bangunan semi permanen itu dijadikan tempat tinggal, warung, dan bengkel. Akibatnya, kawasan tersebut menjadi terlihat kumuh.

Lurah Duri Pulo, Nur Komariyah mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukaan sosialisasi terhadap seluruh pemilik bangunan dan mereka setuju. Pemiilik juga diberikan kesempatan membongkar bangunannya sendiri sebelum pelaksanaan penertiban.

Puluhan Bangunan Liar Dibongkar di Cawang

"Kami berikan batas waktu sampai 30 Agustus, jika belum dibongkar, maka 2 September akan kami bongkar paksa," tegasnya, Rabu (1/7).

Ia menambahkan, rencananya usai penertiban ratusan bangunan liar, pihaknya akan meminta Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Pusat untuk segera melakukan normalisasi saluran. Sebab, kawasan itu sering tergenang air jika hujan deras.

"Saluran air di sana sudah mampet dan belum pernah dikuras, jadi kalau hujan ada genangan," ujarnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5295 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1851 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1784 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1776 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1583 personAnita Karyati