You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sudinkes Jakbar Periksa Makanan Takjil di Kembangan #3
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Diperiksa Sudinkes Jakbar, Takjil di Kawasan CNI dan Puri Indah Aman Dikonsumsi

Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat menggelar pengawasan takjil untuk berbuka puasa di kawasan CNI dan Puri Indah, Kecamatan Kembangan. Pengawasan takjil dilakukan untuk memberi rasa aman dan nyaman masyarakat dalam mengonsumsi takjil.

petugas tidak mendapati adanya makanan yang mengandung bahan berbahaya

Kepala Sudinkes Jakarta Barat, Erizon Safari mengatakan, dari hasil pengawasan dan pemeriksaan takjil di kawasan CNI dan Puri Indah tidak ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya sehingga aman dikonsumsi.

“Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak mendapati adanya makanan yang mengandung bahan berbahaya. Pemeriksaan juga akan dilakukan di kawasan lain untuk memastikan kesehatan masyarakat,” ujar Erizon, Selasa (4/4).

Petugas Intensifkan Pengecekan Stok dan Harga Bahan Pangan

Dikatakan Erizon, pemeriksaan takjil yang dilakukan petugas, di antaranya dengan mengambil sampel beberapa jenis takjil yang dijual. Selanjutnya, sampel tersebut diperiksa kualitas bahan dan kansungan zat pewarna makanan yang digunakan.

“Jadi ini upaya kami dalam mengantisipasi adanya makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti borak, rodhamin B, formalin dan metanil yellow,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye5424 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Transjakarta Rute Blok M–Bandara Soetta Bakal Dilayani Metrotrans Low Entry

    access_time05-03-2026 remove_red_eye2473 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Pemprov DKI Buka Mudik Gratis ke Kepulauan Seribu

    access_time05-03-2026 remove_red_eye2244 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Legislator Apresiasi Gang Hijau di Malaka Jaya

    access_time05-03-2026 remove_red_eye1989 personNurito
  5. PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik

    access_time08-03-2026 remove_red_eye1072 personAnita Karyati