You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kadishub Berang Terminal Kampung Rambutan Kotor
photo Nurito - Beritajakarta.id

Kadishub Berang Terminal Kampung Rambutan Kotor

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Andri Yansah hari ini menggelar sidak ke Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Dalam sidaknya, ia terlihat kecewa, karena terminal yang jadi titik pemberangkatan pemudik terlihat kotor.

Lihat itu, banyak sampah berserakan di ruang tunggu. Harusnya minimal setiap satu jam, seluruh areal terminal dibersihkan

Sejumlah sampah terlihat berserakan di ruang tunggu. Sampah juga berserakan di area terminal, seperti tempat parkir, pool serta tempat pemberangkatan. Padahal, di lokasi terdapat bak sampah. Belum lagi aroma tak sedap tercium dari sejumlah titik.

"Lihat itu, banyak sampah berserakan di ruang tunggu. Harusnya minimal setiap satu jam, seluruh areal terminal dibersihkan. Ini demi kenyamanan semua," tegas Andri, Senin (6/7).

Operasional Bus AKAP di Terminal Lebak Bulus Dibatasi

Selain mengecek kebersihan terminal, ia juga meninjau sejumlah loket penjualan tiket. Bahkan, ia langsung mencocokkan tiket dari tangan penumpang dengan tarif yang terpasang di loket. Sejauh ini tarif di tiket dengan di loket belum ada perbedaan harga.

Sementara itu, Kepala Terminal Kampung Rambutan, Alaudin mengatakan, sampah berserakan karena banyaknya orang hilir mudik. Ia mengaku sudah rutin membersihkan seluruh areal terminal dari sampah.

"Kalau soal bau pesing, ya memang agak susah pengawasannya. Karena mereka (awak bus) buang air kecil sembarangan di malam hari," kilahnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1186 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1169 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye953 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye940 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye850 personBudhi Firmansyah Surapati