You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Arus Balik Terminal AKAP Kalideres Masih Sepi
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

Arus Balik di Pelabuhan Tanjung Priok Sepi

Meski besok sudah habis masa cuti bersama Lebaran, namun arus balik penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, masih terlihat sepi.

Mulai ramai besok dan Minggu puncaknya, bisa di atas 4 ribu lebih. Sehari bisa datang 4 kapal

Tercatat, hingga kini baru 519 penumpang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Mereka menggunakan dua kapal yaitu KM Ciremai dan KM Kelimutu. 

“Arus balik baru dua kapal, tanggal 19 kemarin KM Ciremai penumpang yang turun 135 orang. Tanggal 21 KM Kelimutu penumpang turun 384 orang,” ungkap Chandra Irawan, Manajer Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (21/7).

Ribuan Pemudik Berangkat dengan KRI Banda Aceh

Menurut Chandra, kedatangan penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok diprediksi mencapai puncaknya pada Minggu (26/7) mendatang.

“Mulai ramai besok dan Minggu puncaknya, bisa di atas 4 ribu lebih. Sehari bisa datang 4 kapal,” ucap Chandra.

Untuk mengantisipasi membludaknya penumpang saat puncak arus balik, tambah Chandra, pihaknya akan memberlakukan pengaturan penjemput di pintu keluar, serta pengaturan parkir kendaraan penjemput.

“Pengamanannya kita tingkatkan bersama tim posko terpadu yaitu, Pelindo, otoritas pelabuhan, Syahbandar, dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” tandas Chandra.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1186 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1169 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye954 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye940 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye850 personBudhi Firmansyah Surapati