You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Paska Lebaran, Pasien Puskesmas Duren Sawit Membludak
photo Nurito - Beritajakarta.id

Usai Lebaran, Pasien Puskesmas Duren Sawit Membludak

Ratusan pasien menyerbu Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (24/7). Rata-rata pasien mengeluhkan terserang ISPA, flu, dan demam.

Pasca Lebaran ada lonjakan pasien. Umumnya pasien mengeluhkan penyakit ISPA, demam, batuk, dan pilek

"Pasca Lebaran ada lonjakan pasien. Umumnya pasien mengeluhkan penyakit ISPA, demam, batuk, dan pilek," ujar Rini Muharni, Kepala Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jumat (24/7).

Cuti Bersama Lebaran, Puskesmas Buka 24 Jam

Dikatakan Rini, hingga pukul 08.00 WIB, jumlah pasien yang datang berobat sudah mencapai 300 orang. Padahal, biasanya hanya ada 250 pasien per hari.

Wakil Walikota Administrasi Jakarta Timur Husein Murad mengatakan secara umum pelayanan kesehatan di puskesmas kelurahan dan kecamatan berjalan dengan baik. Hal ini diketahui saat ia melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah puskesmas kelurahan dan kecamatan.

"Saat ini kan suasananya habis Lebaran, saya ingin memastikan apakah pelayanan kesehatan di puskesmas itu terganggu atau tidak. Jangan sampai hanya karena habis Lebaran pasien tidak terlayani dengan baik. Namun setelah kita cek, ternyata semua pelayanan berjalan normal," ujar Murad, saat sidak ke Puskesmas Kecamatan Duren Sawit.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1185 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1165 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye951 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye937 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye849 personBudhi Firmansyah Surapati