You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Anwar Pimpin Panen Anggur di Kolong Tol Becakayu
photo Nurito - Beritajakarta.id

Lima Kilogram Anggur Dipanen di Kolong Tol Becakayu

Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar memimpin kegiatan panen anggur bersama di kolong Tol Becakayu, Jalan Laksamana Malahayati,  RW 01, Cipinang Melayu, Makassar.

Ada 10 jenis anggur yang ditanam di kolong Tol Becakayu

Anwar mengatakan, program urban farming di kolong Tol Becakayu ini merupakan salah satu strategi program ketahanan pangan. Sebelumnya di lokasi juga telah ditanami beragam sayuran dan anggur.

Hari ini tanaman yang dipanen terdiri dari anggur, kangkung dan ikan nila. Sementara cabai rencananya dipanen pertengahan Desember 2023 nanti.

Jumat Beli Lokal di Jaktim Hadirkan Pedangdut Mansyur S

"Ada 10 jenis anggur yang ditanam di kolong Tol Becakayu. Hari ini panen perdana dan ke depan terus dilakukan lagi secara bertahap," ujar Anwar, Selasa (5/12).

Lurah Cipinang Melayu Aroyantoro menuturkan, total anggur yang dipanen di lokasi mencapai lima kilogram. Hasil panen tersebut akan dibagikan kepada warga sekitar.

"Masih banyak anggur yang belum kita petik dan rencananya kita panen setelah masak," terangnya.

Ia menambahkan, dalam kegiatan ini juga dipanen lima kilogram kangkung dan 60 kilogram ikan nila.

"Hasil panen dijual ke masyarakat dengan harga sangat murah," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye7693 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1286 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1188 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1063 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye933 personBudhi Firmansyah Surapati