You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 21 Kilogram Melon Golden Alisha di Poktan Nusa Indah
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

Poktan Nusa Indah Panen Melon Alisha

Kelompok Tani (Poktan) Nusa Indah di Jalan Bhakti VI No. 6 RT 05 RW 06, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (3/2), panen 21 kilogram Melon Golden Alisha.

Kami juga menanam Terong, Pare, Cabai,

Wakil Ketua Poktan Nusa Indah, Weni Yartimah mengatakan,  melon yang dipanen ini telah dibudidayakan selama 75 hari di atas lahan seluas 150 meter persegi. Ini merupakan panen kali keempat yang dilakukan kelompoknya.

"Panen Melon ke empat ini kami jual ke Ibu Camat, Bapak Lurah, Satpel KPKP, dan warga dengan kisaran Rp 25 ribu per kilogram," ujar Weni.

RPTRA Bunga Rampai Panen Melon Golden Alisha

Ia menjelaskan, awal menyemai bibit melon sebanyak 50 polybag, tetapi yang berhasil berbuah 30 pohon. Menurutnya, kendala yang dihadapi dalam budidaya melon umumnya terletak pada penanganan hama dan penyakit.

"Tidak hanya Melon, kami juga menanam Terong, Pare, Cabai, bahkan sayur Kangkung, Bayam, Pakcoy, dan Sawi," tukasnya .

Sementara, Satpel Sudin KPKP Kecamatan Cilincing, Suharti mengaku Poktan Nusa Indah salah satu binaan Sudin KPKK Jakarta Utara. Ia mengapresiasi para anggota Poktan yang aktif untuk kegiatan urban farming.

"Sudah saatnya masyarakat, terutama anak, dikenalkan buah-buahan dan sayur sayuran," tandasnya

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1333 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1172 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye968 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye940 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye768 personFakhrizal Fakhri
close