You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 60 Ton Sampah Berhasil Diangkat Dari Ciliwung-
photo Nurito - Beritajakarta.id

60 Ton Sampah Diangkat dari Ciliwung

Sebanyak 60 ton sampah, diangkat petugas gabungan dari Kali Ciliwung.  Sampah ini merupakan kiriman dari Bogor, Jawa Barat, yang tersangkut di Dermaga Rindam Jaya, Condet, Jakarta Timur. Hingga Selasa (4/8), pasukan TNI dari Kodam Jaya, masih membersihkan sampah yang terbawa arus dan tersangkut di bantaran kali.

Sampah yang berhasil diangkut dari Ciliwung itu mencapai 20 truk atau sekitar 60 ton

Kepala Penerangan Kodam Jaya (Kapendam Jaya), Kolonel Inf Heri Prakosa mengatakan, sampah tersebut terbawa arus saat hujan yang terjadi pada Sabtu (1/8) lalu. Untuk membersihkan sampah itu, sedikitnya 150 petugas gabungan dari TNI dan Dinas Kebersihan DKI Jakarta serta dua alat berat diterjunkan.

"Sampah yang berhasil diangkut dari Ciliwung itu mencapai 20 truk atau sekitar 60 ton. Sampah dibuang ke TPA Bantar Gebang, Jawa Barat," ujar Kolonel Inf Heri Prakosa, kepada beritajakarta.com, Selasa (4/8).

5.150 Petugas Bersihkan Ciliwung

Disebutkan, kendati sampah jumlah besar di Dermaga Rindam telah diangkat namun masih banyak yang lolos. Terutama sampah rumahan yang ada di  sepanjang Ciliwung.

Ditargetkan, sebelum pada tanggal 14 Agustus nanti seluruh sampah sudah bersih dari Ciliwung. Sebab pada 14 Agustus akan digelar pesta rakyat, festival Ciliwung yang digelar Kodam Jaya bekerjasama dengan Pemprov DKI.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1178 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1153 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye931 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye919 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye840 personBudhi Firmansyah Surapati