You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Cegah Stunting, BBPOM Edukasi Warga Tentang Keamanan Pangan
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Cegah Stunting, BBPOM Edukasi Pentingnya Keamanan Pangan

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang keamanan pangan dan pangan fortifikasi.

Ibu hamil, orang lanjut usia dan anak-anak berisiko lebih tinggi terkena foodborne illness

Kegiatan dilaksanakan di beberapa posyandu di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Barat pada 24-26 Juni 2024 dengan sasaran intervensi Ibu hamil dan orang tua bayi/balita. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting (ISPS) yang dilaksanakan pada Juni 2024.

Sosialisasi Keamanan Pangan Sekolah Digencarkan di Jakbar

Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar mengatakan, keamanan pangan menjadi salah satu faktor risiko stunting. Menurutnya, pangan yang tercemar dapat mengakibatkan seseorang mengalami penyakit (foodborne illness) sehingga menyebabkan gangguan penyerapan makanan yang pada akhirnya akan mempengaruhi asupan gizi.

“Ibu hamil, orang lanjut usia dan anak-anak berisiko lebih tinggi terkena foodborne illness,” ungkap Sofi.

Ia menjelaskan, Fortifikasi Pangan adalah penambahan satu atau lebih zat gizi mikro (vitamin dan mineral) pada pangan untuk percepatan perbaikan gizi anak seperti, penambahan yodium pada garam, vitamin A pada minyak goreng sawit dan vitamin B1, B2, zat besi, zink dan asam folat pada tepung terigu.

Sofi menyampaikan, pemerintah memberlakukan ketentuan terhadap tiga produk wajib fortifikasi pangan yaitu garam, tepung terigu dan minyak goreng sawit sebagai upaya percepatan perbaikan gizi.

“Zat gizi mikro tersebut berperan penting dalam perkembangan janin dan proses tumbuh kembang anak,” kata Sofi.

Sebagai informasi, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai oleh tinggi badan berada dibawah standar.

ISPS merupakan aksi serentak bersama untuk pencegahan stunting melalui pendataan, pendampingan, penimbangan, pengukuran, edukasi, validasi dan intervensi bagi seluruh calon pengantin, ibu hamil dan balita secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan KIE ini, diharapkan masyarakat terutama ibu hamil dan balita dapat lebih memperhatikan asupan gizi dan tentunya dapat menjadi konsumen cerdas dalam memilih makanan yang aman dan bergizi. Selalu menerapkan CEK KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa) setiap membeli atau mengonsumsi pangan.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye5843 personTiyo Surya Sakti
  2. Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2359 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2110 personFakhrizal Fakhri
  4. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1701 personDessy Suciati
  5. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1603 personNurito