You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Inflasi DKI Juli 2024 Capai 1,97 Persen
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

Inflasi DKI Juli 2024 Capai 1,97 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatatkan pertumbuhan inflasi year on year (y-on-y) Provinsi DKI Jakarta pada Juli 2024 sebesar 1,97 persen. Angka itu lebih rendah dari inflasi nasional y-on-y periode sama sebesar 2,13 persen.

 "Signal positif memastikan ekonomi kita sedang ada di track yang baik."

Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Nurul Hasanudin mengatakan, besaran inflasi di DKI Jakarta termasuk kategori wajar dan cukup terkendali. Bahkan angka inflasi itu dinilainya cukup baik lantaran terjadi deflasi dari bulan sebelumnya (m-to-m).

"Inflasi kita pada Juli dengan deflasi 0,06 persen, tentunya menjadi signal positif memastikan ekonomi kita sedang ada di track yang baik. Dibanding bulan sebelumnya itukan kita inflasi 0,12 persen," katanya Kamis (1/8).

Tinjau Bazar Pasar Jaya, Pj Gubernur Heru Harapkan Kemudahan Akses Sembako Murah Bagi Warga

Meski mencatatkan pertumbuhan yang baik, Nurul mengingatkan pentingnya semua pihak terkait untuk terus mengawal dan memastikan pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu, perkembangannya akan tetap terkendali.

Dijelaskan Nurul, perhitungan pertumbuhan ekonomi ini dihitung berdasar indeks harga konsumen (IHK) dari 11 kelompok pengeluaran. 

Dari keseluruhan kelompok pengeluaran itu, pihaknya mencatat kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan IHK 108,09 menjadi penyumbang andil inflasi tertinggi sebesar 0,68 persen.

Dilanjutkan Nurul, kalau dihitung berdasar y-on-y kelompok ini pada Juli 2024 membukukan inflasi sebesar 3,59 persen. Dari tiga subkelompok yang ada di dalamnya, subkelompok rokok dan tembakau menjadi penyumbang andil terbesar dengan membukukan angka 4,52 persen.

Terkait dengan komoditas utama penyumbang inflasi dari bulan sebelumnya (m-to-m) pada Juli 2024, Nurul menerangkan pihaknya mencatat ada lima komoditas yang menjadi penyumbang terbesar. 

Kelima komoditas itu yakni, cabai rawit, sekolah menengah atas, ayam goreng, es dan sekolah menengah pertama.

Sedangkan lima komoditas utama penyumbang deflasi m-to-m pada Juli 2024, yakni daging ayam ras, cabai merah, tomat, bawang merah dan bawang putih. Tren di pasaran itu diharapkan Nurul terus bisa terjaga dengan baik sehingga harga tetap terkendali dan terjangkau.

"Masih ada tantangan memastikan ketersedian stok kita. Perlu ada kesinambungan jangan sampai kita lengah, inflasi 2024 masih perlu kita jaga betul," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. PPSU Jelambar Himpun 144 Liter Minyak Jelantah

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1754 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

    access_time31-03-2026 remove_red_eye1114 personDessy Suciati
  3. DPP APWI Gelar Halal Bihalal Bersama Widyaiswara

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1110 personFolmer
  4. Pemprov DKI Pastikan Gelar Lebaran Betawi 2026 Pekan Depan

    access_time03-04-2026 remove_red_eye973 personFakhrizal Fakhri
  5. Satpol PP Pesanggrahan Tertibkan Puluhan Spanduk dan Baliho

    access_time30-03-2026 remove_red_eye918 personTiyo Surya Sakti