You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
BPBD DKI Gelar Edukasi & Simulasi Bencana Gempa di SMPN 50
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

300 Pelajar SMPN 50 Diedukasi Penanganan Gempa

Sebanyak 300 pelajar, guru dan pegawai SMPN 50 Kramat Jati, Jakarta Timur, mengikuti edukasi dan simulasi penanganan gempa bumi yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

"Mitigasi terhadap potensi bencana di lingkungan sekolah," 

Ketua Sub Kelompok Urusan Kesiapsiagaan BPBD DKI Jakarta, Embai Suhaini mengatakan, simulasi ini sebagai upaya membangun satuan pendidikan aman bencana (SPAB). Kegiatan dilaksanakan sejak Rabu (18/9) kemarin hingga Kamis (19/9) hari ini.  

"Kegiatan bertujuan melakukan mitigasi terhadap potensi bencana di lingkungan sekolah," kata Embai, Kamis (19/9).

Palang Merah Jepang Pelajari Simulasi Water Rescue di PMI Jakarta Utara

Dalam kegiatan simulasi ini, jelas Embai, para pelajar diajarkan proses mengamankan diri dengan media yang teresedia di dalam kelas hingga melakukan evakuasi ke titik aman yang telah ditentukan.

Sedangkan para guru dan pegwai sekolah dilatih manajerial evakuasi, mulai dari mengarahkan jalur, penyusunan barisan di titik evaluasi, penganan korban luka, membantu anak berkebutuhan khusus dan menentukan langkah lanjutan mitigasi.

"Kami juga mengedukasi guru memetakan potensi bencana yang rawan terjadi dan menyusun SOP manajemen penanganan," ujarnya.

Menurut Embai, edukasi dan simulasi penanganan gempa bumi di sekolah ini bersinergi dengan United States Agency for International Development - Komunitas Perkotaan Untuk Aksi Tangguh (USAID KUAT) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) DKI Jakarta.

Project Director USAID KUAT, Bill Marsden menyampaikan, perlunya kolaborasi dan komitmen berbagai pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi gempa. Sehingga dapat meminimalisir potensi jatuhnya korban dan kerugian yang lebih besar.

"Latihan seperti ini perlu dilakukan, minimal setahun sekali," tukasnya.  

Dia menambahkan, pelatihan di sekolah ini disertai kompetisi di Instagram mengenai cara berlindung saat gempa yang dapat diikuti pelajar dan masyarakat umum. Kompetisi ini dapat diakses melalui bit.ly/kompetisireelsgempa.

Kepala SMPN 50, Syamsul Hadri mengungkapkan, setelah ini pihaknya akan rutin menggelar edukasi kebencanaan, minimal sebulan sekali.

"Dalam pelatihan ini, kami mengikutsertakan enam murid penyandang tuna netra," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Simak Jadwal Pendaftaran dan Verifikasi Mudik Gratis Pemprov DKI

    access_time18-02-2026 remove_red_eye1954 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Ini Aturan Penyelenggaraan Usaha Pariwisata Selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H

    access_time17-02-2026 remove_red_eye1881 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Gabungan di Matraman Razia Miras Jelang Ramadan

    access_time14-02-2026 remove_red_eye1379 personNurito
  4. Transjakarta Berduka, Dukung Proses Penyelidikan Kecelakaan di Pondok Labu

    access_time13-02-2026 remove_red_eye1357 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Wagub Hadiri Panen Raya di Cianjur

    access_time12-02-2026 remove_red_eye1332 personBudhi Firmansyah Surapati