You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
KLH Sayangkan Hilangnya Potensi Lokal Kepulauan Seribu
photo Suparni - Beritajakarta.id

Warga Alih Profesi, Kearifan Lokal Pulau Tergerus

Beralihnya profesi sebagian besar warga Kepulauan Seribu dari nelayan menjadi pemandu wisata dinilai telah menggerus budaya serta kearifan lokal warga pesisir pulau.

Kearifan lokal perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi tanpa harus digilas oleh perkembangan jaman, nah tugas Formapel nantinya untuk itu

Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kepulauan Seribu, Tiur Maeda Hutapea mengatakan, turunnya pendapatan menjadi nelayan menyebabkan banyak warga beralih profesi.

"Itu akibat dari tidak pedulinya warga terhadap lingkungan, yang menyebabkan ekosistem makin rusak dan kehidupan laut jadi punah," ujar Tiur, Kamis (13/8).

KLH Diminta Berdayakan Formapel

Dikatakan Tiur, perlunya mengembalikan ekosistem laut melalui pengawasan dan rehabilitasi yang terus menerus.

"Kearifan lokal perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi tanpa harus digilas oleh perkembangan jaman, nah tugas Formapel nantinya untuk itu," katanya.

Menurutnya, Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (Formapel) Kepulauan Seribu yang terbentuk sejak 2009 itu, dapat berperan aktif pada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan perairan.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pelajar SD di Kepulauan Seribu Ikuti Lomba Regu Prestasi Penggalang

    access_time28-08-2026 remove_red_eye2024 personAnita Karyati
  2. Warga Kebayoran Lama Selatan Diberi Layanan CKG

    access_time01-09-2026 remove_red_eye1056 personTiyo Surya Sakti
  3. Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

    access_time30-08-2026 remove_red_eye957 personFakhrizal Fakhri
  4. Tawarkan 37 Proyek Strategis, Pramono Ajak Investor Bangun Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye892 personDessy Suciati
  5. JIF Summit 2026 Perkuat Kolaborasi dan Peluang Investasi Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye809 personAldi Geri Lumban Tobing