You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
BBPOM Jakarta Ajak Warga Cerdas Pakai Antibiotik Cegah Resistensi Antimikroba
photo Istimewa - Beritajakarta.id

BBPOM Ajak Warga Cerdas dalam Penggunaan Antibiotik

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta menyelenggarakan sosialisasi pemberdayaan obat dan makanan, di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat.

"Upaya pengendalian resistensi antimikroba memerlukan kolaborasi dan sinergi semua pihak,"

Sosialisasi mengusung tema, "Cerdas Menggunakan Antibiotik: Bersama Kita Cegah Resistensi Antimikroba” dan diikuti puluhan peserta yang merupakan perwakilan Tim Penggerak PKK, Salimah, Kowani, Dharma Wanita Persatuan, Wirawati Catur Panca, Muslimat NU, Wanita Buddhis Indonesia, Pramuka, kader kelurahan serta kalangan media.

Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM di Jakarta, Evi Citraprianti mengatakan, edukasi diberikan sebagai upaya pengendalian atau pencegahan resistensi antimikroba di kalangan masyarakat yang disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang berlebihan (overuse).

BBPOM Ajak Publik Awasi Peredaran Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia

"Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan telah menjadi masalah global yang mendesak, menyebabkan meningkatnya resistensi antimikroba di seluruh dunia," ujar Evi Citraprianti, dalam keterangan tertulis, Selasa (12/11).

Ia memaparkan, resistensi antimikroba merupakan fenomena mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit menjadi resisten terhadap efek obat yang seharusnya dapat membunuh atau menghentikan pertumbuhan yang mengakibatkan pengobatan menjadi lebih sulit, memperpanjang masa penyakit, meningkatkan risiko komplikasi, dan memperburuk hasil kesehatan.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan resistensi antimikroba. Upaya pengendalian resistensi antimikroba memerlukan kolaborasi dan sinergi semua pihak," ungkapnya.

Sementara itu, narasumber dari Fakulras Farmasi Universitas Pancasila, Andri Prasetyo menekankan bahwa semua komponen bangsa baik dari organisasi masyarakat, organisasi sosial, profesi dan masyarakat harus bersinergi untuk meningkatkan pemahaman terhadap obat.

"Peran masyarakat dalam pengendalian resistensi antibiotik sangat penting," tandasnya.

Ia menambahkan, pemahaman masyarakat terhadap resistensi antimikroba perlu ditingkatkan dengan mematuhi aturan minum obat, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5566 personNurito
  2. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye5027 personDessy Suciati
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye2016 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1999 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1765 personAnita Karyati