You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sekretaris Komisi E Ingatkan Masyarakat Waspadai DBD
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Sekretaris Komisi E Ajak Warga Tingkatkan Upaya Preventif Cegah DBD

Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian mengajak masyarakat meningkatkan upaya preventif mencegah  Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama di musim hujan saat ini. 

"Memahami bahaya DBD dan tindakan pencegahannya"

Justin mengatakan, genangan air yang banyak terjadi saat musim hujan  berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti pemicu DBD.

"Kalau genangan-genangan air dibiarkan, maka bisa membahayakan kesehatan masyarakat yang hidup di sekitarnya," ujarnya, Jumat (14/2).

Cegah DBD, Warga Diminta Rutin Lakukan PSN

Justin meminta semua elemen, termasuk jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama warga untuk proaktif bergotong-royong memberantas sumber-sumber nyamuk penyebab DBD.

Ia mengapresiasi upaya Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan yang telah mengingatkan masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus yakni, menguras, menutup, mengubur, dan mendaur ulang barang-barang yang bisa jadi tempat berkembang biak nyamuk.

"Mereka juga sudah mengajak masyarakat untuk lebih aktif lagi dalam program Juru Pemantik Jentik (Jumantik) mandiri," ungkapnya.

Ia menambahkan, pemberantasan sarang nyamuk bisa dimulai dari pemetaan lokasi rawan genangan, sosialisasi dan pelatihan 3M ke masyarakat, serta melakukan fogging untuk mengurangi populasi nyamuk. 

"Pada dasarnya, Pemprov DKI Jakarta harus mempersiapkan warganya untuk memberantas nyamuk DBD," terangnya.

Ia menekankan, Pemprov DKI melakukan sosialisasi ke berbagai tempat, seperti sekolah, tempat ibadah, balai warga, hingga perkantoran.

"Semua pihak perlu memahami bahaya DBD dan tindakan pencegahannya," tandasnya.

Untuk diketahui, kasus DBD di Jakarta mengalami peningkatan pada Januari 2025. Tercatat sebanyak 670 kasus DBD, meningkat 77 persen dibandingkan Desember 2024 yang hanya 379 kasus.

Berdasarkan tren tahun sebelumnya, kasus DBD cenderung melonjak setelah Februari dengan puncaknya terjadi pada bulan April dan Mei.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

    access_time24-07-2026 remove_red_eye1769 personDessy Suciati
  2. Bus Open Top Tour Jakarta Batavia Resmi Beroperasi

    access_time23-07-2026 remove_red_eye1400 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Syafrin Tinjau Lokbin Pasar Minggu

    access_time27-07-2026 remove_red_eye1160 personTiyo Surya Sakti
  4. SEA V Cup 2026 Resmi Bergulir, Jakarta Jadi Panggung Voli Asia Tenggara

    access_time23-07-2026 remove_red_eye887 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pramono Bela Satpam Tegur Pengemudi Alphard di HI

    access_time24-07-2026 remove_red_eye859 personDessy Suciati